Pasar saham Eropa mencatat penguatan signifikan pada perdagangan Senin waktu setempat, didorong oleh meningkatnya optimisme terhadap potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Indeks pan-Eropa Stoxx 600 naik 0,9 persen, mencapai level tertinggi sejak 2 Maret 2026, sementara DAX Jerman melesat 1,4 persen dan CAC 40 Prancis menguat 1,8 persen. Namun, likuiditas diperkirakan relatif tipis mengingat FTSE 100 Inggris dan bursa Wall Street tutup untuk hari libur nasional.
Kabar gembira datang dari Washington dan Teheran yang pada prinsipnya telah menyepakati perjanjian untuk mengakhiri konflik bersenjata yang telah berlangsung lebih dari dua bulan. Bagian paling krusial dari kesepakatan itu mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur air strategis di lepas pantai selatan Iran yang menjadi lintasan sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Selat tersebut nyaris sepenuhnya tertutup bagi lalu lintas kapal tanker selama berminggu-minggu, memicu lonjakan harga minyak dan kekhawatiran inflasi di berbagai negara.
Dampak langsung dari sentimen positif ini terlihat pada harga minyak mentah Brent berjangka, yang ambles 5,7 persen ke level 94,50 dolar AS per barel. Meskipun merosot di bawah 100 dolar AS per barel, harga Brent masih lebih tinggi dibandingkan sebelum pecahnya perang pada akhir Februari. Penurunan harga minyak ini turut meredakan kekhawatiran inflasi dan mendinginkan spekulasi bahwa bank sentral akan bergerak agresif menaikkan suku bunga, sehingga menekan imbal hasil obligasi pemerintah di seluruh kawasan euro.
Di tengah euforia pasar, Presiden AS Donald Trump melalui media sosial menyatakan telah meminta perwakilannya untuk tidak terburu-buru merampungkan kesepakatan. Ia menegaskan bahwa blokade AS terhadap pelabuhan Iran akan tetap berlaku hingga kesepakatan resmi disahkan dan ditandatangani. Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa negosiasi masih berada dalam tahap yang rapuh.
Sementara itu, pergerakan saham individual menunjukkan tren yang beragam. Saham perusahaan energi Eropa, seperti Eni, Repsol, dan TotalEnergies, justru tertekan seiring penurunan harga minyak mentah. Di sisi lain, saham Delivery Hero asal Jerman melonjak ke level tertinggi dalam 18 bulan setelah perusahaan pengantar makanan itu mengumumkan telah menerima tawaran pengambilalihan indikatif dari Uber, raksasa layanan transportasi daring.
Artikel Terkait
AS Serang Iran Balas Jatuhnya Helikopter Apache, Iran Balas dengan Rudal Balistik
KPK OTT Lima ASN BPK Terkait Suap Audit Smart Board Muara Enim, Sita Rp500 Juta
Brimob Polda Metro Jaya Turun ke Jatinegara, Dialog dengan Warga Tekan Tawuran Remaja
Hakim Nilai Andrie KontraS Rendahkan Wibawa Pengadilan karena Tak Hadir, Tim Kuasa Bantah Keras