Upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran telah memasuki fase yang paling menentukan. Kedua negara kini berada di persimpangan jalan: membangun kesepahaman menuju sebuah perjanjian, atau kembali tergelincir ke dalam babak konflik baru jika masing-masing pihak tetap bersikeras pada tuntutan dan syaratnya.
Di tengah percepatan manuver diplomatik, beberapa jam terakhir diwarnai dengan munculnya rancangan nota kesepahaman awal. Dokumen ini disebut-sebut dapat membuka jalan menuju kesepakatan yang lebih besar, terutama terkait isu-isu paling sensitif yang selama ini menjadi sumber ketegangan bilateral.
Presiden AS Donald Trump, pada Sabtu, mengumumkan bahwa sebuah kesepakatan dengan Iran “hampir sepenuhnya selesai dinegosiasikan.” Melalui platform media sosialnya, Truth Social, Trump menuliskan bahwa pihaknya tinggal menunggu penyelesaian akhir. Ia juga mengungkapkan telah melakukan “pembicaraan yang baik” dengan para pemimpin dan pejabat dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Pakistan, Turki, Mesir, Yordania, dan Bahrain terkait perkembangan terbaru dengan Iran.
Pernyataan tersebut muncul beberapa jam setelah seorang pejabat Iran mengatakan kepada Aljazeera bahwa telah tercapai nota kesepahaman melalui mediasi Pakistan. Meski demikian, Teheran masih menunggu tanggapan resmi dari Washington sebelum mengambil langkah selanjutnya.
Artikel Terkait
Mahasiswi Yatim Piatu Ditemukan Tewas Diduga Dilempar dari Tol BORR, Polisi Tetapkan Tersangka
Gubernur Jabar: Tiga Gelar Beruntun Persib Bukti Klub Profesional Tanpa Campur Tangan Pemerintah
Polisi Jakarta Pusat Amankan 11 Orang dan Sita Celurit hingga Ratusan Butir Tramadol dalam Operasi Dini Hari
Rusia Gempur Kyiv dengan Rudal Hipersonik Oreshnik, Empat Tewas