Pentagon Kurangi Jumlah Brigade Tempur di Eropa, Penundaan Pengerahan ke Polandia Dikonfirmasi

- Rabu, 20 Mei 2026 | 11:50 WIB
Pentagon Kurangi Jumlah Brigade Tempur di Eropa, Penundaan Pengerahan ke Polandia Dikonfirmasi

Pentagon secara resmi mengurangi jumlah brigade tempur pasukan Amerika Serikat yang ditempatkan di Eropa dari empat menjadi tiga, sebuah langkah yang menandai kemunduran ke level penempatan tahun 2021. Keputusan ini diumumkan di tengah desakan Washington yang semakin keras agar negara-negara sekutu di benua tersebut meningkatkan kontribusi mereka terhadap pertahanan regional.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Selasa (20/5/2026), Departemen Pertahanan AS mengonfirmasi pengurangan jumlah Brigade Combat Team (BCT) tersebut. Setiap BCT, menurut laporan Kongres AS, terdiri dari 4.000 hingga 4.700 personel militer. Pengumuman ini mengakhiri spekulasi selama berminggu-minggu mengenai kemungkinan penarikan pasukan AS dari kawasan Eropa.

Salah satu dampak langsung dari kebijakan ini adalah penundaan pengerahan tentara AS ke Polandia. Pentagon menyebut langkah tersebut sebagai “penundaan sementara”. Sebelum pengumuman resmi, Wakil Presiden AS JD Vance telah menyampaikan bahwa rencana pengiriman 4.000 personel ke Polandia memang ditunda, bukan dibatalkan sepenuhnya.

“Departemen akan menentukan penempatan akhir pasukan AS ini dan pasukan lainnya di Eropa berdasarkan analisis lebih lanjut tentang kebutuhan strategis dan operasional AS, serta kemampuan sekutu kita sendiri untuk menyumbangkan pasukan bagi pertahanan Eropa,” demikian bunyi pernyataan Pentagon.

Di sisi lain, pengurangan ini mencerminkan tekanan berkelanjutan dari Washington agar negara-negara Eropa mengambil peran lebih besar dalam menjaga keamanan mereka sendiri. Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa AS mulai menyesuaikan postur militernya di Eropa seiring dengan evaluasi ulang terhadap prioritas strategis global dan kontribusi sekutu.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar