Pemuda Kehilangan Motor Usai Dihadang Komplotan Bersajam di Warung Bakso Kebon Jeruk

- Selasa, 12 Mei 2026 | 08:30 WIB
Pemuda Kehilangan Motor Usai Dihadang Komplotan Bersajam di Warung Bakso Kebon Jeruk

Seorang pemuda bernama Alif (25) harus berhadapan dengan maut saat sedang menikmati semangkuk bakso di sebuah warung di kawasan Duri Raya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Minggu siang. Niatnya untuk mengisi perut berubah menjadi mimpi buruk ketika tiga orang tak dikenal tiba-tiba masuk dan keluar warung, lalu mulai mengutak-atik sepeda motor miliknya yang terparkir di luar. Peristiwa ini mengungkap modus operandi komplotan pencurian kendaraan bermotor yang tak segan menggunakan senjata api untuk melancarkan aksinya.

Menurut pengakuan Alif kepada Antara, Selasa (12/5/2026), ia langsung curiga saat melihat stang motornya bergerak-gerak dari tempat duduknya di sudut warung. “Pas lagi makan, ada orang masuk sini dua orang. Cuman keluar lagi. Nah, cuman pas lihat, posisi saya makan di sini di pojok, ada lihat motor saya gerak-gerak stangnya,” ujarnya. Tanpa pikir panjang, Alif meninggalkan baksonya dan berlari menuju kendaraannya untuk menggagalkan aksi pencurian tersebut.

Situasi seketika berubah tegang. Begitu Alif keluar warung dan berteriak, salah satu pelaku langsung menodongkan pistol ke arahnya. “Saya keluar, ‘Woi mau ngapain ini?’. Dia langsung nodongin pistol ke saya, bilang ‘Diam, diam, diam’ katanya. Ya udah ayo kata gue tuh. Langsung nembak dia buat peringatan,” kata Alif. Meskipun tak terkena tembakan langsung, Alif tak menyerah. Ia sempat berlari ke belakang warung untuk mengambil gelas dan melemparkannya ke arah pelaku sambil terus berusaha mengejar motornya.

Namun, perlawanan Alif tak membuahkan hasil. Ia kalah jumlah dan ketiga pelaku yang masing-masing memegang senjata api akhirnya berhasil membawa kabur sepeda motornya. “Saya lihat tiga-tiganya megang senjata, yang dua orang nembakkin. Lima kali tembakan mungkin. Bahkan pas jalan dia nembak lagi,” jelas Alif. Meskipun peluru tak mengenai tubuhnya secara langsung, serpihan kaca akibat tembakan tersebut melukai pergelangan kakinya. “Ya ini kaki kena (tembakan), cuman untungnya meleset, cuman kena serpihan doang,” tambahnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan meningkatnya keberanian pelaku kejahatan jalanan yang tak ragu menggunakan kekerasan ekstrem. Alif bersyukur masih selamat meskipun harus kehilangan kendaraannya, namun ia berharap aparat segera menindaklanjuti kasus ini sebelum memakan korban jiwa. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait perkembangan penyelidikan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar