Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, bilang pihaknya bakal minta penjelasan lebih lanjut ke Amerika Serikat soal rencana gencatan senjata dengan Rusia pada 9 Mei. Tanggal itu sendiri bukan sembarang hari Rusia akan menggelar peringatan besar-besaran untuk Perang Dunia II.
Kabar ini muncul setelah Presiden Rusia Vladimir Putin, dalam percakapan telepon dengan Presiden AS Donald Trump sehari sebelumnya, mengajukan proposal untuk menghentikan pertempuran. Ini sudah empat tahun perang berlangsung di Ukraina. Kremlin mengklaim Trump mendukung langkah tersebut.
Di media sosial, Zelensky menulis bahwa ia sudah memerintahkan timnya untuk menggali lebih dalam soal tawaran itu. Intinya, Ukraina ingin perang ini berakhir. Tapi tentu saja, ada nada hati-hati di sana.
"Kami akan cari tahu apa maksud sebenarnya apakah ini cuma soal beberapa jam gencatan senjata biar parade di Moskow aman, atau ada yang lebih dari itu," ujar Zelensky dalam pernyataannya.
Ia juga nambahkan, "Usulan kami jelas: gencatan senjata jangka panjang, keamanan yang benar-benar terjamin buat rakyat, dan perdamaian yang abadi. Ukraina siap untuk itu, dalam format apa pun yang bermartabat dan efektif."
Nah, soal 9 Mei. Biasanya, perayaan di Rusia itu megah banget. Ada parade militer di Lapangan Merah yang penuh dengan pameran kekuatan, dan Putin sendiri yang pimpin. Tapi tahun ini ada yang beda. Rusia baru saja mengumumkan bahwa tidak akan ada kendaraan militer yang ikut serta dalam acara tersebut. Biasanya, momen seperti itu juga jadi ajang kumpul para pemimpin dunia yang bersekutu dengan Moskow. Alasannya? Tindakan pencegahan. Mereka khawatir dengan kemungkinan serangan balasan dari Ukraina.
Dan memang, dalam beberapa bulan terakhir, tentara Ukraina makin gencar melancarkan serangan jarak jauh. Targetnya? Fasilitas energi dan militer yang letaknya jauh di belakang garis depan. Bahkan, mereka rutin mengirimkan gelombang drone ke arah ibu kota Rusia. Situasi jelas masih panas, dan tawaran gencatan senjata ini entah sekadar jeda singkat atau langkah serius masih diselimuti tanda tanya besar.
Artikel Terkait
Calon Jemaah Haji Asal Lombok Gagal Berangkat karena Tercekal Imigrasi 10 Tahun
Kapolri dan Seskab Temui Pimpinan Buruh Jelang May Day, Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadir di Monas
Persib Bandung Comeback Dramatis, Kalahkan Bhayangkara FC 4-2 dan Kembali ke Puncak Klasemen
ART Lapor Mantan Istri Andre Taulany ke Polisi atas Dugaan Penganiayaan, Erin Balik Lapor Balik Tuduhan Fitnah