Politisi Golkar Desak Evaluasi Total Kecelakaan Kereta di Bekasi, Soroti Taksi Green SM

- Kamis, 30 April 2026 | 19:25 WIB
Politisi Golkar Desak Evaluasi Total Kecelakaan Kereta di Bekasi, Soroti Taksi Green SM

Kapoksi Golkar Komisi V DPR sekaligus Ketua DPD Golkar Jawa Barat, Daniel Mutaqien, angkat bicara soal kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Ia mendesak Kementerian Perhubungan untuk segera melakukan evaluasi total. Bukan cuma soal teknis, tapi juga pihak luar yang diduga ikut memicu kejadian nahas itu.

"Kementerian Perhubungan Republik Indonesia didorong untuk mengambil langkah cepat dan komprehensif dalam melakukan evaluasi, tidak hanya pada aspek teknis perkeretaapian, tetapi juga terhadap pihak eksternal yang diduga menjadi pemicu awal insiden," kata Daniel dalam keterangannya, Kamis (30/4/2026).

Nah, salah satu yang jadi sorotan utama adalah operasional taksi hijau milik Green SM Indonesia. Soalnya, armada itu berada persis di lokasi kejadian. Menurut Daniel, banyak warga yang sudah mengeluhkan ulah sopir taksi tersebut di jalanan.

"Dalam berbagai laporan, armada taksi tersebut disebut kerap berkendara secara agresif di jalan raya. Oleh karena itu, diperlukan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran standar operasional yang berkontribusi terhadap kejadian ini," ujarnya.

Yang lebih bikin geleng-geleng kepala, katanya, kendaraan itu sampai berhenti di perlintasan rel. Padahal, area itu seharusnya steril, nggak boleh ada kendaraan lalu-lalang apalagi mangkal. Ini, menurut Daniel, jadi bukti kalau pengawasan di lapangan perlu dibenahi.

Ia juga mendorong Kemenhub untuk nggak setengah-setengah. Evaluasi harus mencakup perizinan Green SM, kelayakan armada, standar keselamatan pengemudi, sampai kepatuhan terhadap aturan transportasi yang berlaku.

"Mendorong Kementerian Perhubungan Republik Indonesia untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek perizinan operasional Green SM, termasuk kelayakan armada, standar keselamatan pengemudi, serta kepatuhan terhadap regulasi transportasi yang berlaku," ungkapnya.

"Evaluasi ini dinilai penting guna memastikan seluruh operator transportasi publik benar-benar memenuhi standar keselamatan yang telah ditetapkan," sambungnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar