Pemerintah Turki benar-benar geram. Mereka menyebut tindakan militer Israel yang mencegat armada kapal bantuan menuju Jalur Gaza itu sebagai "aksi pembajakan". Ankara, dengan nada keras, menegaskan bakal mengambil "semua langkah yang diperlukan" terutama menyangkut warga negara mereka dan penumpang lain yang ada di atas kapal-kapal yang dicegat Tel Aviv.
Jadi begini kronologinya. Kapal-kapal Angkatan Laut Israel, menurut laporan, mencegat puluhan kapal dari Armada Global Sumud. Lokasinya di perairan internasional, tepatnya di lepas pantai Yunani. Kementerian Luar Negeri Israel, di sisi lain, mengumumkan bahwa mereka menangkap sekitar 175 aktivis. Semua berasal dari lebih dari 20 kapal yang tergabung dalam armada itu. Para aktivis itu lantas dibawa ke Israel.
Reaksi dari Ankara? Cukup pedas. "Dengan menyerang Armada Global Sumud, yang sejatinya berupaya menarik perhatian pada bencana kemanusiaan yang dihadapi rakyat Gaza yang tertindas, Israel telah menargetkan nilai-nilai kemanusiaan dan hukum internasional," begitu kecaman Kementerian Luar Negeri Turki, seperti dikutip dari TRT World, Kamis (30/4/2026).
Menurut mereka, tindakan Israel ini jelas melanggar prinsip kebebasan navigasi. Apalagi kejadiannya di perairan internasional. "Kami menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengambil sikap bersatu melawan tindakan tanpa hukum oleh Israel ini," tulis pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki.
Lalu, soal nasib para penumpang? Mereka bilang:
"Semua langkah yang diperlukan sedang diambil dalam koordinasi dengan negara-negara terkait mengenai situasi warga negara kami dan para penumpang lainnya di atas kapal."
Nah, soal warga negara mereka, ternyata ada 18 orang Turki di antara para aktivis yang ditahan Israel. Dari total 175 aktivis yang ditahan, 18 di antaranya adalah warga Turki. Delegasi Turki dalam Armada Global Sumud bercerita kepada Anadolu Agency. Kata mereka, para aktivis termasuk 18 orang Turki itu ditahan pasukan Israel setelah kapal mereka dicegat. Lokasinya di perairan internasional, sekitar 600 mil laut (1.111 kilometer) dari Jalur Gaza. Atau beberapa mil saja dari perairan Yunani.
Delegasi itu juga menambahkan, pasukan Israel mengepung kapal-kapal yang membawa para aktivis di lepas pantai Pulau Kreta, Yunani. Kejadiannya pada Rabu (28/4) malam. Dan ya, mereka langsung melakukan penggerebekan.
Artikel Terkait
Polri-TNI Siagakan 24.980 Personel Gabungan Amankan May Day 2026 di Jakarta
Menko PMK: Negara Harus Hadir Cepat Tangani Kekerasan di Daycare, Little Arissa Ditutup
KJRI Kuching Pulangkan Dua PMI dengan Hak Gaji Total Rp170 Juta Usai Mediasi
Menteri PPPA: 33 Daycare di Yogyakarta Tak Berizin, Pemerintah Dorong Pengawasan Terpadu