Jakarta Banjir lagi-lagi melanda. Kali ini giliran Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, yang kebanjiran pada Selasa, 28 April 2026. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang ngasih tahu soal ini. Dampaknya? Lumayan bikin repot. Belasan rumah kena imbas, akses jalan warga juga terhambat.
Penyebabnya klasik: hujan deras di wilayah hulu dan sebagian Klaten. Debit air sungai langsung naik drastis. Gak butuh waktu lama, air pun meluap.
“Bencana ini disebabkan adanya peningkatan debit air sungai setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur di wilayah hulu dan sebagian wilayah Klaten,” jelas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan resmi yang diterima Kamis, 30 April 2026.
Menurut data yang dihimpun, banjir ini merendam 11 rumah yang dihuni 11 kepala keluarga. Dua fasilitas pendidikan ikut terendam. Empat akses jalan terganggu, bikin mobilitas warga jadi serba sulit. Lokasi terdampak ada di Desa Keden dan Desa Bendo, Kecamatan Pedan.
Banjir di Klaten, Jawa Tengah. Sumber Foto: BPBD Kabupaten Klaten
Begitu laporan masuk, BPBD Kabupaten Klaten langsung gercep. Mereka turun ke lapangan, melakukan kaji cepat, dan koordinasi dengan instansi terkait. Kabar baiknya, per Rabu, 29 April 2026, banjir mulai surut perlahan. Warga pun bisa sedikit bernapas lega.
Di sisi lain, BNPB gak mau kecolongan. Mereka ngimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk tetap siaga. Ancaman bencana hidrometeorologi basah istilah keren untuk banjir dan longsor masih mengintai. Apalagi kalau cuaca ekstrem masih terjadi.
“Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri dan mengetahui jalur evakuasi yang aman,” pesan Abdul Muhari.
Buat warga yang tinggal di bantaran sungai, ada pesan khusus. Mereka diminta rajin-rajin ngecek ketinggian muka air. Jangan lupa juga pantau update cuaca dari lembaga resmi. Jangan sampai ketinggalan info.
“Masyarakat diminta menjauhi pohon atau struktur yang berpotensi roboh atau tumbang, seperti papan reklame dan bangunan rapuh,” tambahnya. Soalnya, angin kencang juga sering jadi masalah. Lebih baik aman daripada menyesal, kan?
Artikel Terkait
Menteri PPPA: 33 Daycare di Yogyakarta Tak Berizin, Pemerintah Dorong Pengawasan Terpadu
Kebakaran Besar Landa Pasar Kanjengan Johar Semarang, 468 Lapak dan Ruko Ludes
Pemerintah Bentuk Gugus Tugas Perbaikan Tata Kelola Daycare Usai Kasus Kekerasan di Little Aresh
Kebakaran Apartemen Mediterania Jakarta Barat, 89 Penghuni Dievakuasi, 20 Orang Alami Sesak Napas