BCA Resmi Jalankan Buyback Saham Rp5 Triliun, Sinyal Optimisme di Tengah Dinamika Pasar

- Kamis, 30 April 2026 | 07:15 WIB
BCA Resmi Jalankan Buyback Saham Rp5 Triliun, Sinyal Optimisme di Tengah Dinamika Pasar

Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), atau yang lebih akrab disapa BCA, akhirnya mulai merealisasikan program pembelian kembali saham alias buyback. Langkah ini resmi dijalankan pada 28 April 2026.

Nilai buyback-nya? Cukup besar. Totalnya mencapai Rp5 triliun. Jumlah itu sudah mendapat restu dari para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 12 Maret 2026 lalu.

Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, angkat bicara soal ini. Katanya, aksi korporasi ini bukan sekadar gertak sambal.

“Pelaksanaan buyback merupakan sinyal optimisme kami di pasar modal Indonesia. Aksi korporasi ini merupakan wujud keyakinan kami atas fundamental bisnis perseroan,” ujar Hendra, seperti dikutip dari Antara, Kamis, 30 April 2026.

Dia juga menegaskan, pihaknya nggak main-main soal kepatuhan. Prinsip Good Corporate Governance (GCG) tetap jadi pegangan. Semua aturan dan ketentuan yang berlaku, kata Hendra, bakal dipatuhi sepenuhnya.

Nah, soal jangka waktu, buyback ini direncanakan berlangsung selama 12 bulan. Tepatnya sejak 12 Maret 2026 sampai 11 Maret 2027. Tapi, bukan nggak mungkin program ini diakhiri lebih cepat. Semua tergantung dinamika yang terjadi di pasar, dan tentu saja, aturan perundang-undangan yang berlaku.

Menurut Hendra lagi, pelaksanaan buyback ini nggak bakal bikin kinerja keuangan atau kegiatan usaha BCA goyah. Nggak ada dampak material yang berarti. Perseroan, katanya, akan terus mencermati pergerakan pasar selama proses buyback berlangsung.

“Kami mengungkapkan apresiasi sebesar-besarnya atas kepercayaan dan dukungan dari segenap pemegang saham. BCA senantiasa berfokus pada fundamental bisnis perseroan, serta melangkah dengan pruden pada 2026,” tambah Hendra.

Dividen Rp55 per saham juga sudah disiapkan

Sebelumnya, di RUPST yang sama, para pemegang saham memang sudah setuju dengan rencana buyback senilai Rp5 triliun itu. Tapi bukan cuma itu. Ada satu keputusan penting lain yang juga disepakati.

Para pemegang saham menyetujui rasio dividen sebesar 72 persen dari laba bersih tahun buku 2025. Kalau ditotal, dividen tunai yang bakal dibagikan mencapai Rp336 per saham. Lumayan, kan?

Nah, dari jumlah itu, Rp55 per saham sebenarnya sudah lebih dulu dibayarkan sebagai dividen interim pada 22 Desember 2025. Sisanya, sebesar Rp281 per saham, merupakan dividen final. Kata manajemen, ini bakal segera dibayarkan.

Omong-omong soal kinerja, sepanjang 2025 BCA mencatat laba bersih konsolidasi Rp57,5 triliun. Angka ini tumbuh 4,9 persen dibanding tahun sebelumnya. Lumayan stabil di tengah situasi yang nggak menentu.

Dari sisi penyaluran kredit, total kredit BCA tumbuh 7,7 persen secara tahunan, menjadi Rp993 triliun per Desember 2025. Sementara dari sisi penghimpunan dana, dana pihak ketiga (DPK) mereka naik 10,2 persen, mencapai Rp1.249 triliun di akhir tahun lalu.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar