Anggota DPR Dorong Dirut KAI Evaluasi Total Sistem Keselamatan Usai Insiden Stasiun Bekasi Timur

- Rabu, 29 April 2026 | 22:40 WIB
Anggota DPR Dorong Dirut KAI Evaluasi Total Sistem Keselamatan Usai Insiden Stasiun Bekasi Timur
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Firnando H. Ganinduto, angkat bicara soal insiden di Stasiun Bekasi Timur. Ia mendorong Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, untuk segera bergerak. Bukan sekadar omongan, tapi evaluasi total soal keselamatan dan perbaikan sistem secara menyeluruh. Menurut Firnando, insiden yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line itu harus jadi tamparan keras. Ia bilang, dukungan penuh diberikan untuk langkah-langkah perbaikan yang diperlukan. Tujuannya jelas: supaya kejadian serupa nggak terulang lagi. “Kami mendukung sepenuhnya langkah Dirut KAI Bobby Rasyidin untuk melakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan, supaya tak terjadi lagi kejadian serupa yang merugikan masyarakat,” tegasnya dalam keterangan resmi, Rabu (29/4). Sebagai mitra kerja BUMN, Firnando nggak main-main soal keselamatan penumpang. Menurutnya, PT KAI nggak boleh kompromi sedikit pun. Pembenahan yang dilakukan harus mencakup banyak hal: audit prosedur keselamatan operasional, pengawasan perlintasan yang lebih ketat, disiplin petugas di lapangan, sampai kesiapan infrastruktur rel kereta api. Di sisi lain, politisi Partai Golkar ini mengingatkan satu hal penting. Pemulihan kepercayaan publik terhadap keamanan transportasi kereta api sekarang ada di pundak manajemen KAI. Beban berat, tapi harus dipikul. Ia berharap dukungan dari Komisi VI DPR RI bisa memacu jajaran direksi KAI untuk bertindak cepat, transparan, dan terukur. Semua aspek operasional harus dibenahi, tanpa terkecuali. “Keselamatan publik adalah prioritas utama. Langkah perbaikan ini harus segera direalisasikan demi menjamin rasa aman bagi masyarakat yang menjadikan kereta api sebagai tumpuan mobilitas harian,” tutup Firnando. Menurut sejumlah saksi, kecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Suasana mencekam. Total 16 orang meninggal dunia, sementara puluhan lainnya luka-luka.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar