Prabowo Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di Cilacap, Sebut Hemat Pengeluaran Siswa

- Rabu, 29 April 2026 | 13:45 WIB
Prabowo Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di Cilacap, Sebut Hemat Pengeluaran Siswa

Dari hasil peninjauan di lapangan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini berjalan cukup mulus. Lancar, bahkan. Respons dari para siswa? Positif banget. Mereka pada suka.

"Anak-anak menyampaikan langsung kepada saya bahwa mereka menyukai program tersebut. Mereka merasa program MBG sangat membantu, terutama dalam menghemat pengeluaran," kata Prabowo, dalam keterangan tertulis, Rabu (29/4/2026).

Nah, di situ Prabowo juga menegaskan kalau pemerintah bakal terus membenahi sektor pendidikan. Sekolah, menurut dia, punya peran yang amat krusial buat menyiapkan masa depan bangsa. Bukan cuma soal gedung atau fasilitas, tapi lebih dari itu.

"Saya melihat semangat dari semua pihak. Kita akan terus melakukan perbaikan," ujar Prabowo.

"Sekolah sangat penting, dan pendidikan merupakan kunci kebangkitan bangsa kita," sambungnya.

Dia juga bilang, komitmennya terhadap pendidikan itu serius. Investasi di bidang ini, kata dia, bakal terus diperkuat. Soalnya, masa depan bangsa ada di tangan anak-anak muda.

"Setiap anak Indonesia harus mendapatkan pendidikan terbaik," tegas Prabowo.

Di sisi lain, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, ikut angkat bicara. Menurut dia, Prabowo memberi perhatian besar pada peningkatan fasilitas pendidikan. Tujuannya jelas: biar proses belajar-mengajar di sekolah makin oke.

Luthfi menjelaskan, dukungan dari pemerintah pusat itu diarahkan untuk melanjutkan perbaikan dan pembangunan fasilitas sekolah. Salah satu contoh nyatanya adalah revitalisasi SMA Negeri 1 Cilacap. Sekolah ini kebagian bantuan senilai Rp 1,053 miliar pada 2025 lalu.

Bantuan segitu dipakai buat rehabilitasi tujuh ruang kelas, plus pembangunan tiga paket toilet. Kini revitalisasinya sudah rampung. Hasilnya bisa dinikmati langsung oleh 1.274 siswa dan 98 guru di sana.

"Kemudian beliau juga akan menambah perbaikan pembangunan sekolah," ujar Luthfi.

Enggak cuma bantuan fisik, lho. Pemerintah pusat juga ngasih dukungan transformasi digital. Ada papan interaktif digital, laptop, dan hard disk eksternal. Harapannya, semua itu bisa memperkuat pembelajaran berbasis teknologi. Zaman now, ya harus melek digital.

Dalam kunjungan itu, Luthfi menambahkan, Prabowo sempat menyampaikan pesan soal pentingnya menyiapkan generasi muda sejak dini. Pendidikan, kata dia, adalah fondasi. Fondasi buat membangun masa depan daerah dan bangsa.

Ngomong-ngomong soal data, di Cilacap ada 303 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dari jumlah itu, 178 unit sudah operasional. Sisanya? 16 unit belum beroperasi, 107 unit masih tahap persiapan, dan dua unit berada di lahan milik pemerintah daerah.

Pelaksanaan MBG di Cilacap ini ternyata juga menyerap tenaga kerja lokal. Jumlahnya mencapai 8.667 orang. Dari angka tersebut, 7.810 orang sudah terdaftar sebagai peserta BPJS. Lumayan, kan?

Sementara itu, penerima manfaat MBG di Cilacap tembus 485.083 orang. Sebagian besar, tepatnya 402.424 orang, adalah siswa sekolah. Kalau dirinci untuk jenjang pendidikan menengah, penerimanya terdiri atas 5.740 siswa dari enam SMA, 24.065 siswa dari 29 SMK, dan 562 siswa dari tiga SLB.

Di tingkat Jawa Tengah, jumlah SPPG mencapai 4.374 unit. Ini menjadikan Jateng sebagai provinsi dengan SPPG terbanyak kedua di Indonesia, setelah Jawa Barat. Dari total itu, 4.155 unit sudah operasional, sementara 192 unit lainnya masih dalam tahap persiapan. Lumayan banyak juga yang belum jalan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar