BGN Hentikan Sementara Operasional Empat Dapur Makan Bergizi Gratis di Bangkalan Akibat Keracunan dan Masalah Ipal

- Rabu, 29 April 2026 | 04:30 WIB
BGN Hentikan Sementara Operasional Empat Dapur Makan Bergizi Gratis di Bangkalan Akibat Keracunan dan Masalah Ipal

BANGKALAN – Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya angkat bicara. Mereka memutuskan untuk menghentikan sementara operasional empat dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Keputusan ini bukan tanpa alasan. Ada laporan soal keracunan, plus masalah fasilitas penunjang yang belum lengkap.

Ketua Satuan Tugas MBG Bangkalan, Bambang Mustika, mengungkapkan hal ini pada Selasa lalu. Menurut dia, ada dua masalah utama. Pertama, soal instalasi pengolahan air limbah atau biasa disebut Ipal yang tidak dimiliki beberapa dapur. Kedua, ya, kasus keracunan itu.

“Selain karena tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal), juga karena ada kasus keracunan,” ujarnya di Bangkalan.

Nah, dapur yang kena sanksi ini tersebar di tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Galis, Tanah Merah, dan Blega. Bambang menjelaskan, untuk Galis dan Tanah Merah, masalahnya memang seputar Ipal. Sementara untuk Blega, lain lagi ceritanya.

“Untuk pencabutan izin operasional yang di Kecamatan Galis dan Tanah Merah terkait Ipal, sedangkan yang terkait kasus keracunan, berada di Kecamatan Blega,” katanya.

Di Blega, insiden keracunan terjadi pada 20 April 2026. Kejadiannya di SMP Negeri setempat. Dua siswa dan seorang guru jadi korbannya. Ceritanya begini: seorang guru bertugas mencicipi makanan untuk uji kelayakan. Beberapa saat kemudian, dia mulai keringat dingin dan muntah-muntah.

Sementara itu, dua siswa yang sudah menyantap menu MBG sejak pagi juga mulai merasa mual. Salah satu dari mereka bahkan kondisinya sempat memburuk. Akhirnya, mereka bertiga dilarikan ke puskesmas terdekat.

“Satgas bersama BGN langsung turun ke lapangan, melakukan penyelidikan dengan melakukan uji laboratorium menu MBG yang dikonsumsi guru dan siswa tersebut,” kata Bambang.

Hasil uji laboratorium menunjukkan, makanan itu mengandung zat berbahaya. BGN pun langsung mengeluarkan rekomendasi penghentian operasi. Jadi, dari empat dapur yang ditutup sementara, tiga di antaranya karena masalah Ipal. Satu sisanya, ya karena keracunan itu.

“Jadi, dari empat MBG yang ditutup sementara itu, tiga dapur karena tidak memiliki Ipal, sedangkan satu dapur lagi, karena terjadi kasus keracunan,” tegasnya.

Secara keseluruhan, program MBG di Bangkalan sebenarnya cukup besar. Menyasar 328.017 orang yang tersebar di 18 kecamatan. Dari 129 unit dapur yang direncanakan, baru 112 yang beroperasi. Nah, dengan adanya penghentian sementara ini, tentu jadi pekerjaan rumah tersendiri.

Simak! Video Pilihan Redaksi:

Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar