Kapolres Serang, AKBP Andri Kurniawan, baru-baru ini angkat bicara soal peringatan Hari Buruh atau May Day yang jatuh pada 1 Mei. Imbauannya cukup jelas: serikat pekerja diminta merayakannya dengan tertib. Tapi ada satu pesan lagi yang ia sampaikan pelajar, menurutnya, sebaiknya tidak ikut-ikutan turun ke jalan.
“Kami mengajak seluruh elemen buruh dan serikat pekerja untuk menyampaikan aspirasi secara damai, santun, dan tidak melanggar aturan hukum yang berlaku,” kata Andri kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).
Suasananya, ya, agak tegang seperti biasa menjelang May Day. Tapi polisi mencoba pendekatan yang agak berbeda. Bukan sekadar melarang, mereka mengajak dialog. Namun begitu, Andri juga mengingatkan soal bahaya provokasi. Ia menekankan agar para buruh tidak gampang terpancing.
“Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak benar. Tetap jaga persatuan dan kesatuan serta kedamaian di tengah masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, ia juga menyoroti soal fasilitas umum. Menurutnya, aksi protes itu sah-sah saja, asal tidak merusak. Jangan sampai demo malah bikin macet total atau merusak taman kota yang baru diperbaiki.
“Kami berharap seluruh pihak dapat menjaga ketertiban, termasuk tidak merusak fasilitas publik dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya,” ucapnya.
Ya, intinya sih damai. Tapi kita lihat saja nanti bagaimana pelaksanaannya di lapangan. Semoga semuanya berjalan lancar tanpa insiden berarti.
Artikel Terkait
Menteri Lingkungan Hidup Apresiasi Inovasi Ekonomi Sirkular MIND ID di Invirotech 2026
Pemprov DKI Pastikan CCTV di Bundaran HI Berfungsi Normal Saat Demo Mahasiswa
Acer Indonesia Libatkan 50 SMA di Jabodetabek dalam Gerakan Kumpulkan 5 Ton Limbah Elektronik
Paus Leo XIV Tertunda Berangkat dari Spanyol karena Masalah Teknis Pesawat