Malam yang kelabu di Bekasi. Kecelakaan kereta api yang terjadi semalam membuat segalanya kacau balau terutama buat para pengguna KRL lintas Cikarang-Bekasi. Nah, di tengah kekacauan itu, PT Transportasi Jakarta alias Transjakarta bergerak cepat. Mereka mengoperasikan layanan bus shuttle khusus untuk menolong penumpang yang terdampak gangguan operasional.
Layanan ini difokuskan buat mengangkut pelanggan yang terjebak di Stasiun Bekasi Timur. Tujuannya? Stasiun Bekasi. Biar mereka tetap bisa melanjutkan perjalanan, meskipun situasi sedang tidak bersahabat.
Sebanyak empat unit bus dikerahkan sebagai armada shuttle. Tarifnya normal, tidak ada tambahan biaya. Bus-bus ini disiagakan penuh selama proses evakuasi di jalur kereta api berlangsung. Intinya, Transjakarta ingin memastikan mobilitas pelanggan tetap terlayani, meskipun gangguan sedang terjadi.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, memberikan pernyataan resmi. Katanya,
"Keberangkatan dari Stasiun Bekasi Timur menuju Stasiun Bekasi. Transjakarta mengerahkan 4 unit bus yang difungsikan khusus sebagai shuttle."
Dia juga menambahkan, armada itu disiagakan penuh untuk membantu mobilisasi pelanggan selama proses evakuasi di jalur kereta api berlangsung. Di sisi lain, Ayu juga menyampaikan rasa prihatin dari manajemen Transjakarta.
"Segenap manajemen Transjakarta juga menyampaikan keprihatinan atas musibah yang terjadi. Semoga proses evakuasi di lapangan dapat berjalan dengan lancar, aman, dan tanpa kendala, serta seluruh pihak yang terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan," ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin angkat bicara soal kecelakaan ini. Peristiwa nahas itu melibatkan Kereta Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line rute Jakarta-Cikarang. Kejadiannya di emplasemen Stasiun Bekasi Timur, tepatnya di KM 28 920, pada Senin malam (27/4) pukul 20.52 WIB.
Menurut Bobby, kronologinya begini. "Kejadian ini di jam 9 kurang, dimulai dengan adanya temperan taksi hijau, di JPL 85. Ini yang kami curigai membuat sistem perkeretaapian di daerah emplasemen Stasiun Bekasi Timur ini agak terganggu, sementara itu kronologinya," jelasnya dalam keterangan video dari Kementerian Perhubungan, Selasa (28/4/2026).
Dia pun menyerahkan penyelidikan lebih lanjut kepada pihak berwenang. "Tentunya kami menyerahkan kepada KNKT untuk lebih detail mencari tahu penyebab dari kecelakaan kereta ini," sambung Bobby.
Akibat kejadian ini, KAI mengumumkan penutupan sementara operasi Stasiun Bekasi Timur. Penutupan ini imbas dari proses evakuasi pasca-tabrakan. Bobby menjelaskan, "Stasiun Bekasi Timur ini akan kita tutup sementara untuk CommuterLine. Sehingga nanti layanan itu akan hanya sampai di Bekasi saja."
Dia menyampaikan hal itu di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026). Jadi, buat sementara waktu, pengguna KRL hanya bisa turun di Stasiun Bekasi. Sisanya, ya, harus naik shuttle atau cari alternatif lain.
Artikel Terkait
Mendagri Tito Karnavian Dorong Pemda di Papua Perkuat Kolaborasi Dukung Program Perumahan Nasional
Korban Tewas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Jadi 7 Orang, Tiga Perempuan Masih Terjepit dan Hidup
Presiden Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, 7 Tewas
Lokomotif Kereta Jarak Jauh Berhasil Dilepas dari KRL di Bekasi Timur, 7 Tewas dan 81 Luka-Luka