Prabowo Lakukan Reshuffle Kelima, Enam Posisi Strategis Dirombak

- Senin, 27 April 2026 | 16:55 WIB
Prabowo Lakukan Reshuffle Kelima, Enam Posisi Strategis Dirombak

Presiden Prabowo Subianto kembali mengocok ulang susunan kabinetnya hari ini. Sejak resmi memegang tampuk pemerintahan pada Oktober 2024, ini sudah kelima kalinya beliau melakukan perombakan. Lumayan sering, ya?

Upacara pelantikan sudah digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). Ada enam posisi yang dirombak kali ini mulai dari jabatan setingkat menteri, kepala badan, sampai penasihat khusus presiden. Semuanya diumumkan dan langsung dilantik dalam satu hari.

Salah satu yang berubah adalah kursi Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. Kini posisi itu dipegang oleh Mohammad Jumhur Hidayat. Sebelumnya, jabatan ini diemban oleh Hanif Faisol Nurofiq. Nah, Hanif sendiri sekarang dialihkan jadi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan. Semacam mutasi, gitu.

Di sisi lain, posisi Kepala Staf Kepresidenan juga berganti. Dudung Abdurachman kini duduk di kursi itu, menggantikan Muhammad Qodari. Qodari sendiri dapat tugas baru sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah. Jadi, bukan dipecat, cuma dipindah.

Ada juga nama Abdul Kadir Kading yang hari ini dilantik sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia. Sementara itu, Hasan Nasbi resmi menjadi Penasihat Khusus Presiden bidang Komunikasi. Dua posisi ini mungkin nggak terlalu mencolok, tapi tetap penting dalam struktur pemerintahan.

Pelantikan hari ini sekaligus menandai bahwa Prabowo sudah lima kali merombak kabinetnya sejak Oktober lalu. Kalau diingat-ingat, reshuffle pertama terjadi pada 19 Februari 2025. Waktu itu, Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi, Satryo Brodjonegoro, diganti oleh Brian Yuliarto. Cuma satu posisi yang diubah, sederhana.

Lalu, masuk ke reshuffle kedua yang terjadi pada 8 September 2025. Nah, ini yang lebih besar. Nama-nama seperti Sri Mulyani dan Budi Arie Setiadi ikut terseret dalam perombakan ini. Beberapa menteri diganti, di antaranya:

– Menteri Koordinator Politik dan Keamanan: Budi Gunawan
– Menteri Keuangan: Sri Mulyani
– Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia: Abdul Kadir Karding
– Menteri Koperasi: Budi Arie Setiadi
– Menteri Pemuda dan Olahraga: Dito Ariotedjo

Menariknya, selain merombak, Prabowo juga melantik Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah pada saat yang sama. Tapi, masih ada kursi yang kosong waktu itu tepatnya kursi Menko Polkam dan Menpora. Agak ganjil, memang.

Prabowo kemudian mengisi sejumlah posisi baru. Misalnya, Purbaya Yudhi Sadewa jadi Menteri Keuangan, Mukhtarudin mengisi Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, dan Ferry Juliantono jadi Menteri Koperasi. Ada juga Mochamad Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji dan Umrah, dengan Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai wakilnya.

Begitulah. Perombakan ini sepertinya jadi ciri khas pemerintahan Prabowo: sering, tiba-tiba, dan kadang bikin orang bertanya-tanya. Tapi ya, itu hak prerogatif presiden, nggak ada yang bisa protes.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar