Suasana duka begitu pekat menyelimuti kedatangan jenazah D (15), seorang pekerja rumah tangga yang tewas setelah jatuh dari lantai 4 sebuah kamar kos di Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat. Isak tangis warga pecah begitu peti jenazah tiba mereka sudah berjajar sejak lama di sepanjang jalan menuju rumah duka.
Hari itu, Minggu (26/04/2026), di Desa Ngroto, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, tangis keluarga dan warga makin tak terbendung saat peti diturunkan dari kendaraan. Warga yang hadir lalu bergantian, berduyun-duyun menggotong peti itu menuju rumah duka. Semacam penghormatan terakhir yang terasa berat, penuh haru.
Begitu masuk ke dalam rumah, suasana makin mengharu biru. Keluarga dan kerabat melihat langsung kondisi jenazah dan air mata pun tak bisa lagi ditahan.
Jenazah disemayamkan sekitar sepuluh menit. Waktu yang singkat, tapi cukup untuk memberi kesempatan bagi keluarga dan kerabat memberi penghormatan. Setelah itu, jenazah dibawa ke masjid untuk disalatkan.
Kepala Desa Ngroto, Siam Susanto, mengatakan proses pemulangan jenazah berjalan lancar. Ia juga mengungkapkan bahwa D baru sekitar seminggu bekerja di Jakarta. Sebelumnya, ia pernah bekerja sebagai asisten rumah tangga di Semarang.
“Pihak keluarga berharap kasus ini dapat diusut tuntas. Kami meminta agar pemerintah dan aparat penegak hukum mengawal proses penyelidikan secara serius, mengingat adanya dugaan kejanggalan dalam peristiwa tersebut,” kata Siam, Senin (27/4/2026).
“Harapan keluarga tentu agar kasus ini terang benderang dan memberikan keadilan,” tambahnya.
Editor: Lia Putri
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Lantik Tokoh Buruh Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup
Prabowo Lantik Enam Pejabat Baru, Rocky Gerung dan Syahganda Nainggolan Hadir sebagai Tamu
Mensos Gus Ipul Dorong Pengawasan Ketat dan Akreditasi Lembaga Sosial Demi Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Presiden Prabowo Lantik Enam Pejabat Baru, Termasuk Aktivis Buruh dan Penasihat Khusus di Istana Negara