Jumat malam, suasana di kawasan Senayan mulai terasa berbeda. Indonesia Arena, yang biasanya sepi, kini bersolek bukan untuk pameran atau olahraga, melainkan konser 'Pulse On in Jakarta'. Tapi sebelum lampu panggung menyala dan penonton bergemuruh, ada yang lebih dulu bekerja. Tim dari Unit Penjinak Bom (Jibom) dan Detasemen KBR Kimia, Biologi, Radioaktif Gegana Brimob Polda Metro Jaya, sudah turun tangan.
Mereka melakukan sterilisasi. Bukan sekadar jalan-jalan keliling venue, ya. Prosesnya cukup ketat. Area demi area diperiksa: ruang VIP, ruang artis, panggung utama, sampai ke sudut-sudut area penonton dan fasilitas pendukung. Semua kena sorot. Ini dilakukan pada Sabtu, 25 April 2026, menurut catatan yang saya terima.
Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto, menjelaskan alasannya. Katanya, sterilisasi ini untuk memastikan lokasi benar-benar aman dari potensi ancaman. Tujuannya jelas: biar masyarakat bisa nonton konser dengan tenang, tanpa was-was.
“Sterilisasi ini kami lakukan untuk memastikan lokasi kegiatan benar-benar aman dari potensi ancaman, sehingga masyarakat dapat menikmati acara dengan rasa tenang,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Di sisi lain, polisi juga nggak kerja sendiri. Mereka berkoordinasi dengan panitia penyelenggara. Menurut Henik, koordinasi yang apik ini penting. Dengan begitu, setiap potensi gangguan bisa dideteksi lebih awal. Langkah pencegahan pun bisa cepat diambil, tanpa harus mengganggu jalannya konser. Namanya juga persiapan, mencegah lebih baik daripada mengobati, kan?
“Kami berkomitmen memberikan pengamanan maksimal melalui langkah preventif dan profesional, termasuk memastikan setiap titik kegiatan telah melalui pemeriksaan menyeluruh,” tambah Henik.
Hasilnya? Nihil. Timnya tidak menemukan benda mencurigakan yang bisa mengancam keselamatan di Indonesia Arena. Syukurlah. Tapi Henik tetap mengingatkan kepada siapa pun yang nanti hadir untuk patuh pada aturan. Biar ketertiban tetap terjaga selama konser berlangsung.
“Jika menemukan hal mencurigakan, segera laporkan melalui layanan kepolisian 110 untuk penanganan cepat,” pesannya.
Artikel Terkait
Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Jalani Pemeriksaan 7 Jam di Polda Metro Terkait Dugaan Penipuan Umrah
Wardatina Mawa Bantah Rumor Dilamar Pria Turki, Pilih Fokus Pulihkan Diri Usai Gugat Cerai
BI Buka Layanan Penukaran Uang Rusak dan Cacat, Begini Syaratnya
Wakil Ketua MPR: Penguatan Ekosistem E-Sports Kunci Dorong Ekonomi Digital Nasional