Mensos Gus Ipul Tegaskan Tagana Harus Jadi yang Pertama Hadir di Lokasi Bencana

- Kamis, 23 April 2026 | 13:25 WIB
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tagana Harus Jadi yang Pertama Hadir di Lokasi Bencana

Di tengah terik Jakarta, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul berdiri tegas memimpin apel. Acara itu digelar untuk memperingati ulang tahun ke-22 Tagana, siaga bencana andalan negeri ini. Pesannya jelas: para relawan wajib selalu siaga.

Apel itu tak cuma seremoni belaka. Di lapangan, mereka unjuk kebolehan. Ada simulasi vertical rescue yang cukup menegangkan. Beberapa personel mempraktikkan evakuasi dari ketinggian menggunakan peralatan tali dan tangga, menunjukkan ketangkasan mereka dalam kondisi darurat.

Tak kalah menarik, mereka juga mendemonstrasikan kecepatan membangun tenda darurat. Cuma butuh waktu 15 menit, sebuah tenda untuk korban bencana sudah bisa berdiri. Cepat sekali, bukan?

Di hadapan para relawan yang berkumpul di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Kamis lalu, Gus Ipul menyampaikan arahan penting.

"Profesional dan terlatih, itu kuncinya. Tingkatkan terus kapasitas evakuasi, logistik, sampai dapur umum dan dukungan psikososial. Latihan jangan dianggap formalitas. Latihan itu adalah cermin kesiapan nyata di lapangan. Ingat, medan yang kita hadapi nanti bukan lagi simulasi. Di sana, yang dipertaruhkan adalah nyawa manusia," tegas Gus Ipul.

Menurutnya, pesan ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan negara selalu hadir untuk rakyat. Makanya, kehadiran Tagana di lokasi bencana adalah sebuah keharusan.

"Saya ingin menegaskan satu hal. Sejalan dengan arahan Bapak Presiden, Tagana harus selalu ada di setiap bencana. Ini bukan sekadar kalimat kosong. Ini adalah rekam jejak. Bukti nyata bahwa negara tidak pernah absen untuk rakyatnya," jelasnya.

Selanjutnya, dia berpesan agar kesiagaan seluruh relawan tidak boleh ada kompromi. Mereka harus jadi yang pertama tiba, tepat waktu, begitu bencana terjadi.

"Saat bencana terjadi, Tagana harus menjadi yang pertama hadir. Tidak boleh ada keterlambatan, tidak boleh ada keraguan," tegasnya lagi.

Soliditas dan integrasi juga jadi poin krusial. Gus Ipul meminta kolaborasi dengan TNI, Polri, BNPB, dan semua pemangku kepentingan diperkuat. "Bencana harus ditanggulangi dengan gotong royong," ujarnya.

Di sisi lain, dia menekankan pentingnya data. Ke depan, respons bencana tak cukup hanya cepat, tapi juga harus tepat sasaran. "Gunakan DTKS. Setiap bantuan yang salah sasaran, itu artinya menunda hak orang lain yang lebih membutuhkan," ungkapnya.

Terakhir, pesannya soal integritas. Gus Ipul keras menekankan, tidak boleh ada ruang untuk penyimpangan atau penyalahgunaan bantuan.

"Integritas tanpa tawar. Tidak boleh ada penyimpangan. Bantuan bencana ini amanah kemanusiaan. Dan dalam amanah kemanusiaan, tidak ada ruang untuk kompromi," kata dia menutup pernyataannya.

Apel pun berakhir. Namun pesan yang menggema jelas: kesiagaan, kecepatan, dan integritas adalah harga mati bagi para pejuang di garis depan bencana ini.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar