Bocah 11 Tahun Tewas Tersedot Pipa Irigasi Saat Bermain di Sungai Cibanten

- Rabu, 22 April 2026 | 19:20 WIB
Bocah 11 Tahun Tewas Tersedot Pipa Irigasi Saat Bermain di Sungai Cibanten

Suasana di aliran Sungai Cibanten, Ciomas, mendadak berubah pilu Selasa sore lalu. Muhammad Irfan, bocah 11 tahun asal Kampung Masigit, harus meregang nyawa setelah tenggelam di sungai itu. Yang tragis, ia tersedot ke dalam sebuah pipa irigasi, dengan posisi kepala terbenam di bawah air.

Menurut Kapolsek Ciomas, Iptu Ridwan Junaedi, musibah itu terjadi sekitar pukul tiga sore. Irfan saat itu sedang bermain bersama kawan-kawannya, sekitar sepuluh anak, di sekitar bantaran sungai.

"Berdasarkan keterangan saksi, saat itu ada sekitar 10 anak yang bermain di atas pipa irigasi. Korban diduga terpeleset lalu tersedot ke dalam pipa hingga setengah bagian tubuhnya masuk, dengan posisi kaki terjepit dan kepala berada di dalam air,"

ujar Ridwan, Rabu (22/4/2026).

Panik. Itulah yang terjadi selanjutnya. Saksi mata yang melihat langsung kejadian itu langsung berteriak minta tolong. Warga sekitar pun bergegas. Dengan susah payah, mereka akhirnya berhasil menarik tubuh Irfan keluar dari cengkeraman pipa itu. Sekitar setengah jam kemudian, korban sudah dibawa ke Puskesmas Ciomas untuk pertolongan pertama.

Sayangnya, nasib berkata lain. Setelah dirujuk ke RSUD Banten, nyawa Irfan tak tertolong. Dokter di rumah sakit menyatakan ia telah meninggal dunia.

Jenazahnya kemudian dibawa pulang ke rumah duka di Kampung Balekambang. Keluarga, dalam duka yang mendalam, memilih untuk ikhlas. Mereka menerima ini sebagai takdir dan menolak dilakukan autopsi lebih lanjut.

"Keluarga korban sudah menerima kejadian ini dengan lapang dada dan membuat pernyataan penolakan autopsi serta tindakan hukum lainnya,"

tutur Ridwan menjelaskan.

Di sisi lain, kepolisian tak tinggal diam. Mereka telah turun ke TKP, mengumpulkan keterangan, dan melakukan olah tempat kejadian. Ridwan juga menyampaikan imbauan keras, terutama untuk para orang tua.

Ia meminta pengawasan lebih ketat saat anak-anak bermain di dekat sungai atau saluran irigasi. "Ini penting," katanya, "agar kejadian menyedihkan seperti ini tidak terulang lagi di kemudian hari."

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar