Serang - Bek Dewa United, Johnathan Carlos Pereira Souza, harus menghadapi hal yang jauh lebih buruk dari hasil imbang di lapangan. Usai laga kontra Persib Bandung pekan lalu, pemain asal Brasil itu justru menjadi sasaran serangan rasial di media sosial.
Laga pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026 di Banten International Stadium itu sendiri berakhir 2-2. Johnathan tampil sebagai starter dan bermain selama 76 menit.
Namun begitu, sorotan beralih ke akun Instagram pribadinya, @johnathanjc2. Ia menerima pesan-pesan bernada rasis melalui fitur direct message (DM). Tak terima, Johnathan pun membagikan tangkapan layar percakapan tersebut ke dalam stories miliknya.
"Semoga Tuhan memberkatimu," tulisnya singkat, menyertai bukti pesan yang ia terima.
Ini bukan pengalaman pertama bagi pemain berusia 27 tahun itu di Indonesia. Johnathan, yang sebelumnya pernah membela CSKA 1948 di Bulgaria, kini harus kembali berhadapan dengan sisi buruk sepak bola yang seharusnya sudah lama ditinggalkan.
Kejadian ini tentu mencoreng atmosfer persepakbolaan tanah air. Di sisi lain, hasil imbang 2-2 melawan Persib pun seolah tenggelam, dikalahkan oleh kabar buruk dari ruang digital yang gelap.
Artikel Terkait
Pramono Anung Pastikan Subsidi Bus Transjabodetabek Tetap Berjalan, Tarif Rute Tertentu Akan Disesuaikan
Pengendara Motor Tewas Usai Oleng dan Terlindas Mobil Saat Mendahului Bus di Ciampea
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Biaya Isi Penuh Tangki Honda BeAT Tembus Rp68.250
KPK Dorong Penerapan E-Voting, Pengalaman Pilkades Jadi Modal Uji Coba Pemilu Nasional