Komandan IRGC Tolak Jalur Diplomasi dengan AS, Tegaskan Siap Balas Ancaman

- Selasa, 21 April 2026 | 09:50 WIB
Komandan IRGC Tolak Jalur Diplomasi dengan AS, Tegaskan Siap Balas Ancaman

Di tengah ancaman-ancaman yang masih menggantung dari Amerika Serikat, seorang komandan senior Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan negaranya sama sekali tidak percaya pada jalur diplomasi dengan Washington. Upaya itu dinilai hanya bertujuan menghentikan serangan gabungan AS-Israel.

Pernyataan keras itu disampaikan Brigadir Jenderal Seyyed Majid Mousavi. Menariknya, komentarnya muncul justru ketika Pakistan berusaha memediasi putaran kedua pembicaraan antara Teheran dan Washington. Waktunya pun pas, menjelang berakhirnya gencatan senjata yang sudah berjalan seminggu ini.

“Seperti yang dikatakan Pemimpin kami (Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei), kami tidak mempercayai negosiasi dengan Anda,” tegas Mousavi.

“Tapi kami percaya pada kekuatan Tuhan, rakyat, dan para pejuang.”

Kutipan itu dilaporkan oleh media Iran, Press TV, pada Selasa (21/4/2026).

Mousavi tak berhenti di situ. Dia juga mengeluarkan peringatan keras. Setiap ancaman yang ditujukan kepada Iran, katanya, akan dibalas dengan respons yang tegas dan keras. Menurutnya, Iran sudah lama meninggalkan masa-masa lemah dan penuh penyerahan diri.

“Di mana pun Anda berada, kami akan merespons dengan keras kapan pun kami mau,” cetus sang komandan. Pernyataan itu sekaligus menegaskan posisi garis keras yang diambil oleh Garda Revolusi.

Latar belakang ketegangan ini bermula dari agresi AS-Israel pada 28 Februari lalu. Serangan udara kala itu menewaskan sejumlah pejabat dan komandan senior Iran, sebuah pukulan yang jelas masih terasa hingga sekarang.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar