Seorang pria berusia 69 tahun, Suradi, harus berjuang melawan rasa sakit setelah digigit ular berbisa. Kejadiannya berlangsung Kamis sore lalu, saat ia seperti biasa mencari rumput untuk kambing-kambingnya di sekitar jembatan rel kereta api Kampung Kauman, Brebes. Tiba-tiba, dari semak, seekor binatang melata menyerang kakinya.
Ular yang menggigitnya itu jenis gibug, atau kerap disebut viper. Cukup berbahaya.
"Kami dari damkar masih mencari ular itu di sekitaran lokasi kejadian," ujar Faizal Rivaldi, petugas Damkar Satpol PP Brebes.
Setelah digigit, Suradi langsung dilarikan ke RSUD Brebes. Namun, di sana ia menghadapi kendala lain. BPJS-nya ternyata nonaktif. Mau tak mau, ia memilih rawat jalan karena terkendala biaya.
"Disuruh beli obat anti-bisa ular tak ada uang, mahal sampai Rp 1,5 juta. Jadi disuntik antibiotik saja," jelas Suradi saat ditemui di rumah sakit.
Sayangnya, penanganan awal itu rupanya belum cukup. Keesokan harinya, kondisi kakinya justru memburuk. Bengkaknya makin menjadi, dan kulitnya mulai melepuh parah, mirip luka bakar. Melihat hal itu, pihak desa akhirnya turun tangan membantu.
Dengan bantuan mereka, Suradi kembali dibawa ke RSUD untuk penanganan yang lebih serius. Kini, setelah diobati, kaki pria pencari rumput itu telah dibalut perban. Meski begitu, pengalaman mengerikan itu tentu meninggalkan bekas yang dalam, baik di fisik maupun ingatannya.
Artikel Terkait
Kapolda Metro Jaya Tegaskan Brimob Harus Tegas Tanpa Arogan
Iran Timbang-Timbang Kesepakatan Damai dengan AS, Soroti Pelanggaran Gencatan Senjata
Jenazah Ayatollah Khamenei Belum Dimakamkan, Rezim Dikhawatirkan Takut Gelar Upacara Besar
Cadangan Minyak Venezuela Terbesar Dunia, Namun Produksi Anjlok 60% Akibat Krisis dan Sanksi