Pria Brebes Alami Komplikasi Usai Digigit Ular Berbisa, BPJS Nonaktif Hambat Penanganan

- Selasa, 21 April 2026 | 04:50 WIB
Pria Brebes Alami Komplikasi Usai Digigit Ular Berbisa, BPJS Nonaktif Hambat Penanganan

Seorang pria berusia 69 tahun, Suradi, harus berjuang melawan rasa sakit setelah digigit ular berbisa. Kejadiannya berlangsung Kamis sore lalu, saat ia seperti biasa mencari rumput untuk kambing-kambingnya di sekitar jembatan rel kereta api Kampung Kauman, Brebes. Tiba-tiba, dari semak, seekor binatang melata menyerang kakinya.

Ular yang menggigitnya itu jenis gibug, atau kerap disebut viper. Cukup berbahaya.

"Kami dari damkar masih mencari ular itu di sekitaran lokasi kejadian," ujar Faizal Rivaldi, petugas Damkar Satpol PP Brebes.

Setelah digigit, Suradi langsung dilarikan ke RSUD Brebes. Namun, di sana ia menghadapi kendala lain. BPJS-nya ternyata nonaktif. Mau tak mau, ia memilih rawat jalan karena terkendala biaya.

"Disuruh beli obat anti-bisa ular tak ada uang, mahal sampai Rp 1,5 juta. Jadi disuntik antibiotik saja," jelas Suradi saat ditemui di rumah sakit.

Sayangnya, penanganan awal itu rupanya belum cukup. Keesokan harinya, kondisi kakinya justru memburuk. Bengkaknya makin menjadi, dan kulitnya mulai melepuh parah, mirip luka bakar. Melihat hal itu, pihak desa akhirnya turun tangan membantu.

Dengan bantuan mereka, Suradi kembali dibawa ke RSUD untuk penanganan yang lebih serius. Kini, setelah diobati, kaki pria pencari rumput itu telah dibalut perban. Meski begitu, pengalaman mengerikan itu tentu meninggalkan bekas yang dalam, baik di fisik maupun ingatannya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar