Di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin lalu, Irvian Bobby Mahendro sosok yang dijuluki 'sultan' Kemnaker itu mengakui hal yang selama ini jadi perbincangan. Ya, dia menerima uang. Uang yang jumlahnya fantastis, mencapai Rp 58 miliar lebih, dari aktivitas non-teknis pengurusan sertifikat K3.
Bobby bersaksi untuk sejumlah terdakwa, termasuk mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer Gerungan dan eks Dirjen Binwasnaker Fahrurozi. Saat jaksa menanyai, dia tak membantah.
"Saudara itu menerima hampir Rp 57 miliar, Rp 58 miliar dalam jangka waktu 5 tahun?" tanya jaksa.
"2019...," jawab Bobby singkat.
"Ini di BAP Saudara Rp 58.497.357.000 sekian. Itu yang Saudara terima?"
"Iya, Pak,"
Lalu untuk apa uang miliaran itu? Menurut Bobby, digunakan untuk beli blanko sertifikasi, biaya operasional pimpinan, dan kebutuhan organisasi lainnya. Tapi rinciannya bikin jaksa bertanya-tanya.
"Kalau untuk blanko kok bisa sejauh ini Saudara terima? Itu yang jadi pertanyaan,"
Bobby punya hitungannya sendiri. "Kebutuhan blanko itu setiap bulannya Pak rata-rata per bulan itu Rp 200 juta, Pak."
Jelas, angka segitu tak cuma untuk kertas kosong. Jaksa mendalaminya. "Iya, ini kan sampai miliaran Saudara terima, ini kan sudah Saudara keluarkan untuk biaya pimpinan, untuk inisidentil pimpinan, ini yang hanya untuk Saudara pribadi ini?"
"Tidak, Pak, itu untuk pimpinan dan organisasi," tegas Bobby.
Yang menarik, ternyata aliran dana itu juga berubah wujud menjadi aset mewah. Bobby mengaku membeli 37 kendaraan dari uang non-teknis tersebut, antara tahun 2022 dan 2023.
"Itu uangnya dari itu semua? Dari non teknis ini?" tanya jaksa.
"Betul, Pak," jawabnya. Logikanya, kendaraan-kendaraan itu dianggap sebagai 'tabungan'. "Jadi uang non teknis itu saya belikan kendaraan dan ketika ada kebutuhan dari pimpinan, kendaraan itu yang saya jual untuk mendapatkan cash-nya itu, Pak, untuk diberikan ke pimpinan dan organisasi."
Pengakuan itu menggambarkan sebuah sistem yang berjalan bertahun-tahun. Uang masuk miliaran, lalu berputar untuk berbagai 'kebutuhan' dari blanko, operasional, hingga garasi mobil mewah yang siap dicairkan kapan saja.
Artikel Terkait
103 Hunian Tetap Korban Bencana Tapanuli Utara Dikebut, 70 Unit Ditargetkan Rampung Mei 2026
Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara Langgur
Dominik Szoboszlai Alami Musim Tanpa Gelar Pertama dalam Karier Setelah Liverpool Tersingkir
PIS Perkuat Ekspansi Global dengan Mitra Ketiga, Pertahankan Dominasi Pelaut Indonesia