Banjir Rendam 20 RT di Jakarta Timur, Bidara Cina Terparah

- Senin, 20 April 2026 | 11:25 WIB
Banjir Rendam 20 RT di Jakarta Timur, Bidara Cina Terparah

Pagi ini, banjir kembali melanda sejumlah permukiman di Jakarta Timur. Menurut catatan BPBD setempat, tak kurang dari 20 RT terendam air. Situasi paling mengkhawatirkan terjadi di wilayah Bidara Cina.

Kepala Satgas Penanggulangan Bencana Jakarta Timur, Rangga Bima Setiawan, memberikan rincian data hingga pukul sembilan pagi.

"Data genangan dan banjir di Kota Jakarta Timur hari ini kondisi sampai dengan pukul 09.00 WIB, jumlah kecamatan terdampak ada dua, dengan kelurahan terdampak tiga, sebanyak 11 RW, 20 RT,"

Menurut Rangga, banjir ini bukan datang tiba-tiba. Air mulai merayap sejak dini hari, sekitar pukul tiga pagi, dengan ketinggian awal yang masih bisa ditolerir: 20 sampai 50 sentimeter. Namun begitu, dalam hitungan jam, situasi berubah drastis.

Dua kecamatan menjadi titik utama terdampak: Jatinegara dan Kramat Jati. Di dalamnya, tiga kelurahan Kampung Melayu, Cawang, dan Cililitan ikut terendam, termasuk sebagian Bidara Cina.

Di Kampung Melayu, tepatnya di Jalan Kebon Pala II, air sudah menyentuh level lebih dari satu setengah meter pada pukul sembilan pagi. Kenaikannya terbilang cepat, memaksa warga berjibaku menyelamatkan barang-barang.

Namun titik terparah justru ada di Bidara Cina. Jalan Tanjung Lengkong, Gang Macan, RW 07, nyaris tenggelam.

"Ketinggian air sempat mencapai 180 sentimeter pada pukul 07.00 WIB sebelum berangsur turun menjadi 140 sentimeter pada pukul 09.00 WIB,"

Kata Rangga menjelaskan fluktuasi ketinggian air di lokasi itu. Bayangkan, air setinggi orang dewasa.

Sementara di Kramat Jati, kondisi tak jauh berbeda. Jalan Taman Harapan dan Jalan Raya Kalibata, Gang Haji Maliki, dilaporkan terendam 150 cm. Di titik lain seperti Cililitan, genangan bervariasi antara 30 hingga 70 cm masih cukup untuk menggenangi rumah dan menghentikan aktivitas.

Dampaknya luas. Sekitar 705 kepala keluarga atau setara dengan 2.259 jiwa merasakan langsung efek banjir pagi ini. Personel BPBD sudah disiagakan di lapangan untuk memantau dan mengantisipasi jika air terus naik.

Di akhir pernyataannya, Rangga mengingatkan warga untuk tetap siaga.

"Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi,"

Imbauan yang sayangnya, masih terlalu sering harus diulang setiap musim hujan tiba.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar