Jakarta - Bekal keterampilan bagi narapidana dinilai sebagai kunci penting dalam proses pemasyarakatan. Menurut Shoji Imafuku, Direktur Eksekutif Federasi Hogoshi Jepang, program pelatihan semacam ini punya peran besar. Ia yakin, kemampuan yang didapat di dalam lembaga akan memudahkan para napi berbaur kembali dengan komunitas usai menjalani hukuman.
"Ini sangat penting untuk membantu mereka memulai kembali kehidupan di masyarakat," ujar Shoji dalam keterangannya, Minggu (19/4/2026).
Pernyataan itu disampaikan usai kunjungannya bersama 27 rekan ke Bapas Kelas I Jakarta Barat, Jumat lalu. Rombongan dari Hogoshi sebuah organisasi sukarelawan pembimbing kemasyarakatan di Jepang tersebut menyaksikan langsung serangkaian program asimilasi yang dijalankan tempat itu.
Mereka mengamati berbagai aktivitas, mulai dari bimbingan kepribadian hingga pelatihan praktis. Salah satu yang menarik perhatian adalah pelatihan budidaya tanaman hidroponik dan ikan Nila dengan sistem akuaponik. Tak hanya melihat, mereka bahkan membeli beberapa karya batik yang dihasilkan klien bapas.
Kepala Bapas Jakarta Barat, Sri Susilarti, menegaskan bahwa pelatihan keterampilan memang dirancang sebagai bekal kemandirian. "Ini menjadi bekal bagi klien agar bisa mandiri saat kembali ke masyarakat," katanya.
Di sisi lain, Shoji punya pandangan lain yang melengkapi. Menurutnya, di balik fungsi praktis, keterampilan juga membangun sesuatu yang lebih mendasar: kepercayaan diri. Rasa percaya inilah yang seringkali terkikis selama seseorang berstatus narapidana.
Kunjungan singkat itu diharapkan tak sekadar seremonial. Shoji berharap ia bisa memperkuat jejaring kerja sama dan tentu saja, menimba pengalaman untuk menyempurnakan sistem pembimbingan di negaranya. Bagaimanapun, tujuan akhirnya sama: memastikan mereka yang pernah tersandung hukum bisa berdiri tegak kembali di tengah masyarakat.
(aud/knv)
Artikel Terkait
Kepala Otorita IKN Sambut Kunjungan MPR, Sebut Dukungan Pemerintah Makin Nyata
Anak Tiri Diduga di Bawah Pengaruh Narkoba Tewaskan Ibu Tiri di Tangerang
Warga Parung Kejar dan Ringkus Pelaku Pencurian Motor yang Kabur Pakai Mobil
Surabaya Gerakkan 12.000 ASN dan Pemuda Dampingi 1.361 RW Lewat Kampung Pancasila