Delegasi Jepang Apresiasi Program Keterampilan untuk Bekal Narapidana di Bapas Jakarta Barat

- Minggu, 19 April 2026 | 18:15 WIB
Delegasi Jepang Apresiasi Program Keterampilan untuk Bekal Narapidana di Bapas Jakarta Barat

Jakarta - Bekal keterampilan bagi narapidana dinilai sebagai kunci penting dalam proses pemasyarakatan. Menurut Shoji Imafuku, Direktur Eksekutif Federasi Hogoshi Jepang, program pelatihan semacam ini punya peran besar. Ia yakin, kemampuan yang didapat di dalam lembaga akan memudahkan para napi berbaur kembali dengan komunitas usai menjalani hukuman.

"Ini sangat penting untuk membantu mereka memulai kembali kehidupan di masyarakat," ujar Shoji dalam keterangannya, Minggu (19/4/2026).

Pernyataan itu disampaikan usai kunjungannya bersama 27 rekan ke Bapas Kelas I Jakarta Barat, Jumat lalu. Rombongan dari Hogoshi sebuah organisasi sukarelawan pembimbing kemasyarakatan di Jepang tersebut menyaksikan langsung serangkaian program asimilasi yang dijalankan tempat itu.

Mereka mengamati berbagai aktivitas, mulai dari bimbingan kepribadian hingga pelatihan praktis. Salah satu yang menarik perhatian adalah pelatihan budidaya tanaman hidroponik dan ikan Nila dengan sistem akuaponik. Tak hanya melihat, mereka bahkan membeli beberapa karya batik yang dihasilkan klien bapas.

Kepala Bapas Jakarta Barat, Sri Susilarti, menegaskan bahwa pelatihan keterampilan memang dirancang sebagai bekal kemandirian. "Ini menjadi bekal bagi klien agar bisa mandiri saat kembali ke masyarakat," katanya.

Di sisi lain, Shoji punya pandangan lain yang melengkapi. Menurutnya, di balik fungsi praktis, keterampilan juga membangun sesuatu yang lebih mendasar: kepercayaan diri. Rasa percaya inilah yang seringkali terkikis selama seseorang berstatus narapidana.

Kunjungan singkat itu diharapkan tak sekadar seremonial. Shoji berharap ia bisa memperkuat jejaring kerja sama dan tentu saja, menimba pengalaman untuk menyempurnakan sistem pembimbingan di negaranya. Bagaimanapun, tujuan akhirnya sama: memastikan mereka yang pernah tersandung hukum bisa berdiri tegak kembali di tengah masyarakat.

(aud/knv)

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar