Kemlu Pantau Ketat Nasib Dua Kapal Pertamina yang Tertahan di Selat Hormuz

- Minggu, 19 April 2026 | 13:40 WIB
Kemlu Pantau Ketat Nasib Dua Kapal Pertamina yang Tertahan di Selat Hormuz

Nasib dua kapal milik Pertamina yang masih tertahan di kawasan Selat Hormuz terus jadi perhatian. Menjawab pertanyaan soal ini, Kementerian Luar Negeri RI menyebut pemantauan dilakukan secara terus-menerus dan cermat. Koordinasi digalang antara KBRI Tehran dan PT Pertamina International Shipping untuk memastikan kelancaran pelintasan kedua kapal tersebut.

Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, memberikan penjelasan kepada awak media pada Minggu (19/4/2026).

"Pemerintah terus memantau perkembangan situasi di kawasan, termasuk Selat Hormuz. Ini dilakukan melalui koordinasi KBRI Tehran dan otoritas terkait," ujarnya.

Namun begitu, rupanya masih ada sejumlah kendala di lapangan. Vahd mengakui bahwa aspek teknis dan mekanisme operasional masih perlu diselesaikan. Pemerintah, menurutnya, sedang fokus menangani hal-hal tersebut.

"Kami bersama Pertamina International Shipping terus berkoordinasi untuk mendukung kelancaran pelintasan. Memang, ada beberapa aspek teknis dan prosedur operasional di lapangan yang masih harus diperhatikan," jelas Vahd lebih lanjut.

Di sisi lain, isu lain yang tak kalah penting adalah keselamatan Warga Negara Indonesia di Iran. Soal ini, Kemlu menyatakan kesiapannya.

KBRI Tehran disebut telah menjalin komunikasi intensif dengan para WNI di sana. Tujuannya jelas: memastikan kondisi mereka aman dan terkendali.

"Kemlu melalui KBRI Tehran siap memfasilitasi proses evakuasi WNI jika diperlukan. Tentu saja, ini berdasarkan penilaian menyeluruh yang mempertimbangkan situasi keamanan terkini dan kebutuhan riil warga kita di Iran," katanya menegaskan.

Latar belakang situasi ini sendiri cukup rumit. Sebelumnya, Iran sempat membuka akses Selat Hormuz, tetapi kebijakan itu berumur pendek kurang dari 24 jam. Kini, pihak Teheran bersikukuh. Mereka menyatakan selat itu tidak akan dibuka kembali sebelum Amerika Serikat mencabut blokade angkatan lautnya terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Jadi, situasinya masih menegangkan. Dua kapal kita masih ada di tengah gejolak itu, sementara diplomasi dan koordinasi teknis terus berjalan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar