JEMBER - Hidup warga Desa Jubung di Jember, Jawa Timur, berubah total sejak jembatan penghubung mereka putus diterjang banjir. Aktivitas sehari-hari yang biasa, tiba-tiba jadi perjuangan. Yang paling terdampak? Para siswa yang harus ke sekolah.
Mereka terpaksa menyeberangi sungai dengan rakit bambu seadanya. Bayangkan saja, setiap hari anak-anak itu mempertaruhkan keselamatan hanya untuk belajar. Situasi yang cukup mencemaskan, tentunya.
Namun begitu, keprihatinan itu akhirnya memantik aksi nyata. Melihat kondisi itu, sekelompok pemuda pecinta alam tak tinggal diam. Mereka datang membawa solusi sementara: sebuah perahu karet.
Bukan cuma perahunya saja yang disediakan. Mereka juga melengkapinya dengan pelampung dan helm untuk para penumpang, terutama anak-anak. Upaya sederhana ini setidaknya bisa menekan risiko yang selama ini mengintai di setiap penyeberangan.
Bagi warga, kehadiran perahu karet itu lebih dari sekadar alat transportasi. Itu jadi simbol nyata bahwa gotong royong dan kepedulian masih hidup di tengah keterbatasan. Sebuah secercah harapan di saat fasilitas publik mereka lumpuh.
Meski bantuan ini sangat berarti, harapan terbesar warga tetap sama: pemerintah segera membangun kembali jembatan permanen. Hanya dengan itu, denyut kehidupan di Desa Jubung bisa benar-benar pulih seperti sedia kala.
Baca Juga: Jembatan Gantung Putus di Lampung Tengah, Mobil Boks Tercebur ke Sungai
jember jembatanputus
Penulis: kharismaningtyas
Sumber: Kompas TV
Artikel Terkait
Korlantas Polri Gunakan Drone ETLE untuk Awasi Lalu Lintas Kemala Run 2026 di Gianyar
Getaran Misterius Guncang Tiga Blok di Desa Cipanas Cirebon, Warga Panik
NEXT Indonesia Center: Ekonomi 2026 Masih Berpeluang Tumbuh di Atas 5 Persen
Ledakan Populasi Ikan Sapu-sapu Ancam Ekosistem Perairan Indonesia