Suasana mencekam kembali menyelimuti Selat Hormuz. Dua kapal dilaporkan terkena tembakan saat berusaha melintas di jalur air strategis itu. Sampai berita ini diturunkan, identitas kedua kapal tersebut masih belum jelas.
Menurut sejumlah saksi dari kalangan pelayaran dan keamanan maritim yang berbicara kepada Reuters, insiden ini terjadi di perairan antara Pulau Qeshm dan Larak. Setidaknya dua kapal yang menjadi sasaran tembakan itu akhirnya memutar haluan. Mereka gagal menyelesaikan penyeberangan.
Sebelumnya, kapal-kapal dagang sebenarnya sudah mendapat peringatan. Angkatan laut Iran disebut-sebut mengirimkan pesan radio yang melarang mereka lewat. Lucunya, sehari sebelumnya justru ada pemberitahuan bahwa selat akan dibuka walaupun dengan pembatasan. Situasinya berubah drastis.
Kapten salah satu kapal tanker yang terlibat menggambarkan detil yang mencemaskan. Kapalnya didekati dua kapal perang milik Korps Garda Revolusi Islam. Lalu, tembakan dilepaskan.
“Mereka menembaki kapal kami,” katanya. Untungnya, kapal tanker beserta seluruh awaknya selamat dari insiden itu.
Tak hanya tanker, sebuah kapal kontainer juga menjadi sasaran tembakan serupa. Informasi ini dikonfirmasi oleh sumber keamanan maritim terpisah.
Kekacauan pun merambah ke komunikasi laut. Beberapa kapal melaporkan, angkatan laut Iran menyiarkan pesan melalui VHF. Isinya lugas: Selat Hormuz ditutup kembali.
“Perhatian semua kapal. Sehubungan dengan kegagalan pemerintah AS memenuhi komitmennya dalam negosiasi, Iran menyatakan Selat Hormuz sepenuhnya ditutup kembali. Tidak ada kapal jenis atau kewarganegaraan apa pun yang diizinkan untuk melewatinya.”
Akibatnya, ratusan kapal dan sekitar 20.000 pelaut kini terkatung-katung di Teluk. Mereka terpaksa menunggu, terdampar, di depan jalur yang mengalirkan sekitar seperlima minyak dan gas alam cair dunia. Nasib mereka masih menggantung.
Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengaku telah menerima laporan soal insiden ini. Lokasinya sekitar 20 mil laut di timur laut Oman. Situasinya masih berkembang, dan ketegangan terasa semakin nyata.
Artikel Terkait
Warga Lebanon Selatan Menyeberangi Sungai Berbahaya Demi Pulang Usai Gencatan Senjata
Pengelola Warung Mie Babi di Sukoharjo Siap Mediasi Usai Penolakan Warga
Mantan Suami Siri Diduga Sakit Hati, Tewaskan Perempuan di Serpong
Ribuan Pelari Siap Ramaikan Kemala Run 2026 di Bali