Bocah Tewas Ditembak di Papua, TNI Bantah Keterlibatan
Laporan tentang seorang anak yang tewas tertembak di Kampung Jigiunggi, Puncak, Papua Tengah, langsung mendapat respons dari TNI. Namun, jawaban yang keluar justru penegasan: tak ada satu pun prajurit mereka yang terlibat. Menurut militer, saat kejadian berlangsung, tidak ada aktivitas pasukan di lokasi tersebut.
Ceritanya berawal dari laporan Kepala Kampung Jigiunggi, Venius Walia. Informasi itulah yang kemudian sampai ke telinga TNI. Letkol Inf Wirya Arthadiguna, Kapen Koops TNI Habema, mengaku pihaknya langsung bergerak untuk memastikan kondisi di lapangan.
"TNI menegaskan bahwa tidak ada aktivitas prajurit TNI Kampung Jigiunggi saat peristiwa penembakan terhadap anak tersebut,"
Ucap Wirya tegas, Sabtu (18/4) lalu.
Di sisi lain, pada hari yang sama, TNI justru sedang sibuk dengan operasi terpisah. Lokasinya di Kampung Kembru, masih di wilayah Kabupaten Puncak. Operasi ini dilancarkan setelah ada laporan warga soal keberadaan kelompok kriminal bersenjata.
Patroli pun dilakukan. Nah, dalam pengecekan itu, kontak senjata dengan kelompok bersenjata tak terhindarkan. Hasilnya, empat orang dari kelompok tersebut dilaporkan tewas. Situasinya memang panas.
Lantas, apa hubungan kedua peristiwa ini? Menurut Wirya, sama sekali tidak ada. Dia bersikeras bahwa kedua insiden terjadi di tempat dan waktu yang berbeda. "Peristiwa terjadi di lokasi dan waktu yang berbeda, dan tidak saling berkaitan," tegasnya lagi.
Klarifikasi ini sengaja disampaikan untuk meluruskan informasi yang mungkin sudah simpang siur beredar. Wirya menambahkan, TNI tetap berpegang pada komitmen untuk bekerja secara profesional dan transparan.
"TNI berkomitmen untuk bertindak profesional, transparan, dan akuntabel dalam setiap pelaksanaan tugas," pungkasnya menutup pernyataan.
Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan lebih lanjut dari pihak lain mengenai siapa yang bertanggung jawab atas tewasnya bocah malang di Kampung Jigiunggi itu. Suasana di Papua, sekali lagi, menyisakan duka dan tanda tanya yang dalam.
Artikel Terkait
CFD Bundaran HI Lebih Ramai, Warga Nikmati Ruang Publik di Hari Minggu
Indonesia Kecam Serangan Mematikan terhadap Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon
KPK Tangkap 11 Kepala Daerah dalam 8 Bulan, Bambang Soesatyo Soroti Lemahnya Seleksi Calon
Rem Blong Truk Kontainer di Probolinggo Tewaskan Satu Keluarga