Di Satpas Satlantas Polrestabes Palembang, Kamis lalu, suasana terasa sedikit berbeda. Bukan sekadar urusan perpanjangan SIM biasa. Kali ini, empat atlet disabilitas berprestasi asal Palembang menerima Surat Izin Mengemudi tipe D, diberikan secara cuma-cuma oleh pihak kepolisian. Langkah ini disebut-sebut sebagai wujud pelayanan publik yang lebih manusiawi dan inklusif.
Kapolrestabes Palembang, Kombes Sonny Mahar Budi Adityawan, hadir langsung untuk menyerahkan dokumen itu. Dia tak lupa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para atlet yang dianggapnya telah mengharumkan nama daerah. Siapa saja mereka? Ada Firmansyah dari cabang renang, lalu Jupri Desiawan (para boling), Muhammad Zaitun (para renang), dan Rian Yohwari yang membawa nama dari bulutangkis.
Nah, meski diberikan secara gratis, prosesnya sama sekali tidak dipotong. Semua tahapan wajib tetap dilalui. Mereka menjalani pemeriksaan kesehatan dan psikologi, urusan administrasi, ujian teori online, sampai ujian praktik. Bedanya, untuk ujian praktik, kendaraan yang digunakan sudah disesuaikan dengan kebutuhan khusus masing-masing atlet. Jadi, tetap sesuai prosedur nasional, tanpa ada pengecualian khusus.
Menurut Kasat Lantas Polrestabes Palembang, AKBP Finan S. Radipta, program ini adalah bagian dari komitmen nyata Polri. Bagi dia, para atlet ini layak dapat penghargaan atas dedikasi dan prestasinya.
"Kami ingin memastikan bahwa penyandang disabilitas punya kesempatan sama untuk berkendara secara legal dan aman. Ini bukan cuma soal memberi SIM, tapi lebih sebagai pengakuan atas kemampuan dan kemandirian mereka," ujar Finan.
Di sisi lain, program ini juga dilihat sebagai implementasi dari kebijakan Polri Presisi. Gagasannya adalah pelayanan yang responsif dan berkeadilan. Rupanya, inisiatif ini sejalan dengan arahan Kapolda Sumsel, Irjen Sandi Nugroho, yang ingin memastikan pelayanan di semua lini berjalan tanpa diskriminasi.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, punya penekanan sendiri. Baginya, langkah kecil ini adalah simbol yang kuat.
"Pemberian SIM D gratis ini bukti bahwa Polri hadir untuk semua. Intinya, kami nggak mau ada warga yang terkendala dapat pelayanan publik cuma karena kondisi fisik," tegas Nandang.
Efeknya tentu lebih dari sekadar secarik kertas izin. Dengan SIM di tangan, rasa percaya diri dan kemandirian mereka diharapkan bisa meningkat untuk aktivitas sehari-hari. Sekaligus, ini juga langkah mendukung keselamatan berlalu lintas, karena kompetensi mereka sudah diuji dengan standar yang berlaku.
Ke depannya, Polrestabes Palembang membuka kesempatan yang sama untuk penyandang disabilitas lain yang ingin mengurus SIM D. Prosedurnya dijanjikan akan tetap ramah dan mengakomodasi kebutuhan mereka. Melalui aksi ini, Polda Sumsel berharap pesannya jelas: komitmen untuk pelayanan publik yang adil dan manusiawi bukanlah wacana belaka.
Artikel Terkait
CENTCOM Paksa 21 Kapal Berbalik Haluan di Laut Arab, Tegaskan Blokade ke Iran Tetap Berlaku
BPJPH Belajar Tata Kelola Lab ke BPOM untuk Perkuat Sertifikasi Halal
Putra Bupati Malang Buka Suara Usai Dilantik Jadi Kepala DLH
TVRI Buka Pendaftaran Tempat Nonton Bareng Piala Dunia 2026