Iran Buka Selat Hormuz, Ancam Balas Jika Blokade AS Berlanjut

- Sabtu, 18 April 2026 | 01:25 WIB
Iran Buka Selat Hormuz, Ancam Balas Jika Blokade AS Berlanjut

Iran akhirnya buka suara. Selat Hormuz, jalur laut yang super vital itu, dikatakan akan dibuka sepenuhnya untuk kapal-kapal komersial. Kebijakan ini berlaku selama masa gencatan senjata 10 hari di Lebanon. Tapi jangan salah, pernyataan ini punya sisi lain yang keras. Pemerintah Iran secara tegas mengancam akan membalas jika Amerika Serikat terus mempertahankan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan mereka.

Menurut laporan dari Aljazeera, kabar ini pertama kali muncul dari juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, pada Sabtu (18/4/2026). Dia memberikan klarifikasi lebih detail soal unggahan Menlu Abbas Araghchi di platform X yang sempat bikin penasaran banyak pihak.

Nah, lewat kantor berita Tasnim, Baghaei menjelaskan lebih rinci. Aktivitas pengiriman barang lewat Selat Hormuz memang diizinkan, tapi dengan satu catatan: kapal-kapal harus melalui rute-rute yang sudah ditetapkan sebelumnya oleh otoritas Iran. Seolah ingin menegaskan kedaulatannya di wilayah perairan itu.

Namun begitu, ancaman balasan itu nyata dan disampaikan dengan nada tegas.

"Jika blokade maritim terhadap pelabuhan Iran berlanjut, Iran akan mengambil tindakan balasan. Iran adalah penjaga Selat Hormuz dan akan menunjukkan kelonggaran jika diperlukan,"

Begitu kata Baghaei, menegaskan posisi negaranya sebagai pengawas selat tersebut.

Di sisi lain, respons datang dari Gedung Putih. Presiden AS Donald Trump menyambut baik langkah Iran membuka Selat Hormuz. Tapi, ya, ada tapinya yang besar. Trump dengan jelas menyatakan bahwa blokade AS terhadap pelabuhan Iran tidak akan dicabut begitu saja. Blokade itu akan terus berjalan sampai ada kesepakatan damai yang ditandatangani oleh kedua belah pihak.

Tak lama setelah pernyataan pertamanya, Trump kembali menegaskan sikapnya. Seperti dilansir AFP pada Jumat (17/4), dia memposting pesan lanjutan. Isinya kurang lebih, blokade angkatan laut akan tetap berlaku penuh, khusus untuk Iran, sampai semua urusan dengan negara itu benar-benar selesai seratus persen. Pesannya singkat, tapi maknanya dalam: negosiasi masih panjang.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar