Geledah Kantor Pemkab Tulungagung, KPK Periksa Kepala OPD Buntut OTT Bupati
Suasana di kompleks Kantor Pemerintah Kabupaten Tulungagung pagi itu jauh dari biasa. Sejak Jumat (17/4/2026) pagi, gerak-gerik para pegawai tampak dibayangi kehadiran rombongan lain. Ya, penyidik KPK kembali beraksi. Mereka datang dengan pengawalan ketat, langsung menyebar ke sejumlah ruangan yang sudah lebih dulu diberi segel merah-hitam.
Ini bukan kunjungan pertama. Aksi penggeledahan maraton ini jelas merupakan pengembangan dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang sebelumnya menjerat Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, beserta ajudannya, Dwi Yoga Ambal.
Akses ke area kantor dibatasi. Siapa pun yang mau masuk atau keluar dicegat. Mata saya mengikuti beberapa penyidik yang membawa koper-koper, diduga berisi dokumen penting. Mereka mencari apa? Kemungkinan besar, berkas-berkas itu terkait aliran dana atau proyek yang menjadi jerat bagi bupati.
Namun begitu, penggeledahan fisik bukan satu-satunya kegiatan. Di sisi lain, terjadi pemanggilan massal. Puluhan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dikumpulkan oleh tim KPK di lokasi terpisah. Beberapa dari mereka dipanggil masuk, diperiksa satu per satu. Durasi pemeriksaannya sekitar setengah jam untuk setiap orang.
Suasana tegang, tapi ada yang berusaha menampilkan kesan biasa.
"Kami dikumpulkan bersama-sama untuk memenuhi undangan sosialisasi bersama KPK. Namun, ada juga yang dimintai keterangan secara bergantian di dalam ruangan sekitar 30 menit. Penekanannya adalah perubahan pola kerja birokrasi agar lebih baik ke depan,"
Kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga setempat, Ahmad Mugiyanto, mencoba menjelaskan situasi. Meski disebut 'sosialisasi', nuansa pemeriksaan terasa kuat di udara.
Aksi hari Jumat ini melanjutkan rentetan penggeledahan sejak Kamis. Sehari sebelumnya, tim penyidik sudah lebih dulu mendatangi rumah dinas bupati, rumah pribadi Gatut, hingga kediaman sang ajudan. Mereka seperti menyisir setiap jejak.
Sampai berita ini diturunkan, KPK masih mendalami semua temuan di lapangan. Belum ada konfirmasi resmi soal nilai aset atau uang yang berhasil diamankan dalam penggeledahan hari kedua ini. Yang jelas, kasus suap yang mengguncang Tulungagung ini masih terus bergulir, dan tampaknya akan melibatkan lebih banyak pihak.
Artikel Terkait
Warga Australia Ditangkap di Denpasar Atas Dugaan Penganiayaan dan Overstay
Bhayangkara Lampung FC Bangkit Kalahkan PSIM 2-1 di Way Halim
Trump Bantah Bayar Iran, Klaim AS Dapat Debu Nuklir Tanpa Kompensasi
Ketua MPR Apresiasi Transformasi Krakatau Steel, Sebut Aset Strategis Nasional