Bayi Hampir Tertukar di RSHS, Begini Penjelasan Rumah Sakit
Viral di media sosial, kisah pilu Nina Saliha yang nyaris kehilangan bayinya di RSUP Hasan Sadikin Bandung. Peristiwa tanggal 8 April itu bikin banyak orang merinding bayangkan, andai saja berakhir berbeda.
Menanggapi geger ini, Direktur Utama RSHS, Rachim Dinata Marsidi, akhirnya angkat bicara. Menurutnya, sebenarnya masalah ini sudah bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Tapi, ya, namanya juga dunia maya, isu-isu liar tetap bermunculan.
Rachim dengan tegas membantah segala rumor yang beredar.
"Dalam kaitannya dengan isu-isu yang beredar di media sehubungan dengan adanya praktik ilegal atau pun lainnya adalah tidak benar," tegas Rachim.
Lalu, bagaimana cerita sebenarnya? Rachim membeberkan kronologinya. Bayi Nina masuk IGD pada 5 April lalu karena kuning. Setelah dirawat di NICU, kondisi si kecil membaik dan dijadwalkan pulang tiga hari kemudian. Nah, di sinilah masalah mulai.
Saat petugas bersiap menyerahkan bayi dan melakukan identifikasi ulang, sang ibu ternyata tak ada di tempat.
"Pada saat petugas akan menyerahkan bayi kepada Ny. NS, yang bersangkutan tidak berada di tempat," ujar Rachim.
Kebetulan, di ruangan yang sama ada dua bayi yang hendak dipulangkan. Situasi jadi makin kacau karena ada gangguan komunikasi dari keluarga pasien lain. Akibatnya, terjadi kekeliruan yang bikin deg-degan.
"Dalam kondisi tersebut, petugas secara tidak sengaja menyerahkan bayi Ny. NS kepada ibu dari pasien lain," jelasnya.
Untungnya, kekeliruan itu enggak berlangsung lama. Petugas cepat sadar, dan bayi itu belum sempat dibawa keluar dari NICU. Mereka langsung mengambilnya kembali.
"Petugas langsung mengambil kembali bayi tersebut dan menyerahkannya kepada Ny. NS," katanya.
Rachim bilang, rumah sakit langsung meminta maaf ke keluarga di tempat kejadian. Setelah kasusnya viral, RSHS membentuk tim internal untuk menelusuri masalah ini lebih dalam. Mereka pun bertemu dengan Nina pada 9 April.
"Dalam pertemuan tersebut, Ny. NS menyampaikan terima kasih atas pelayanan yang telah diberikan," ujar Rachim.
Di sisi lain, rumah sakit mengakui ada kesalahan prosedur. Mereka sudah mengambil langkah tegas terhadap petugas yang terlibat.
"Terkait petugas yang terlibat, kami telah menonaktifkan yang bersangkutan dari pelayanan," tegas Rachim.
Begitulah kisahnya. Sebuah keteledoran yang beruntung tak berujung petaka, tapi cukup jadi pelajaran berharga untuk semua pihak.
Artikel Terkait
Camat Tukka Dicopot Sehari Usai Ditegur Keras Gubernur Sumut
HNW Apresiasi Aturan Baru Haji: Syarat Baligh Gantikan Batas Usia 18 Tahun
Pemerintah Siapkan 129 Ribu Hektare Lahan untuk Dukung Program 3 Juta Rumah
Pemprov DKI Tangkap 68 Ribu Ekor Ikan Sapu-sapu dalam Satu Hari