Pemprov DKI Siapkan Insentif Pajak untuk Produser Film Dukung Jakarta Kota Sinema

- Jumat, 17 April 2026 | 13:35 WIB
Pemprov DKI Siapkan Insentif Pajak untuk Produser Film Dukung Jakarta Kota Sinema

Jakarta punya rencana baru untuk dunia film. Pemerintah Provinsi DKI sedang menyiapkan insentif pajak khusus bagi industri perfilman. Ini semua demi satu tujuan besar: mewujudkan Jakarta sebagai Kota Sinema yang sesungguhnya.

Kalau nanti sudah berjalan, insentif ini diharapkan bisa jadi magnet. Bukan cuma untuk memacu produksi film nasional, tapi juga menarik lebih banyak aktivitas kreatif ke Ibu Kota.

Lusiana Herawati, Kepala Bapenda DKI Jakarta, mengonfirmasi hal itu. Menurutnya, persiapan masih berlangsung, mencakup regulasi dan sisi kelembagaannya.

"Betul, dalam rangka mendukung Jakarta Kota Sinema, kita sedang mempersiapkan regulasinya sekaligus finalisasi kelembagaannya,"

Ucap Lusiana di Balai Kota, Jumat lalu. Ia menambahkan, stimulus pajak itu nantinya akan diarahkan kepada para produser film. Harapannya jelas: agar geliat produksi film dalam negeri makin menggembirakan.

"Kalau semuanya sudah siap, nanti kita akan terapkan insentif untuk para produser film agar produksi film dalam negeri bisa lebih berkembang,"

Ini bukan langkah yang muncul tiba-tiba. Sebelumnya, Pemprov DKI sudah menggelar focus group discussion (FGD) khusus membahas insentif untuk industri film. Acara yang digelar awal Maret itu dihadiri jajaran pemerintah dan para pelaku industri.

FGD itu sendiri dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur, Rano Karno. Diskusi berjalan cukup intens, membahas banyak hal. Mulai dari kebutuhan dukungan kebijakan, kemudahan perizinan, sampai merancang skema insentif yang tepat sasaran.

Melalui akun Instagram resminya, Disbud DKI Jakarta menyebut FGD ini sebagai upaya merumuskan langkah strategis.

"Melalui diskusi ini, Pemprov DKI Jakarta berharap dapat merumuskan langkah-langkah strategis untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat industri kreatif, khususnya perfilman, melalui program Jakarta Kota Sinema,"
"Selain memberikan ruang dialog antara pemerintah dan pelaku industri, FGD ini juga diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang mampu meningkatkan daya saing industri film sekaligus membuka peluang ekonomi dan lapangan kerja bagi masyarakat,"

Jadi, langkah ini jelas bagian dari strategi besar. Pemerintah provinsi memang serius ingin mengembangkan ekonomi kreatif, dengan film sebagai salah satu andalannya. Potensinya dinilai besar, dan dampaknya diharapkan bisa dirasakan luas oleh perekonomian kota. Tinggal tunggu realisasinya saja.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar