Gubernur Banten Instruksikan Penghematan Energi dan Efisiensi Belanja Operasional

- Jumat, 17 April 2026 | 11:10 WIB
Gubernur Banten Instruksikan Penghematan Energi dan Efisiensi Belanja Operasional

Gubernur Banten, Andra Soni, baru-baru ini mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh jajarannya. Intinya: berhemat. Ia meminta agar penggunaan energi dan belanja operasional di lingkungan Pemprov Banten diefisiensi secara serius. Hemat listrik, kurangi pemakaian bahan bakar fosil itu poin utamanya.

Latar belakang kebijakan ini, menurut Andra, adalah Surat Edaran Kemendagri Nomor 800.1.5/3349/SJ Tahun 2026. Surat itu bicara soal transformasi budaya kerja ASN di daerah. Nah, dalam kerangka itulah penghematan energi di kantor-kantor pemerintah dimaknai sebagai bagian dari budaya kerja baru yang lebih sadar situasi.

“Penggunaan listrik harus menjadi perhatian,” tegas Andra pada Jumat (17/4/2026).

“Pastikan saat meninggalkan ruangan, lampu dan AC dimatikan. Ini langkah sederhana, namun berdampak besar dalam menyikapi situasi global saat ini.”

Ia tak menampik bahwa tekanan global ikut mempengaruhi daerah. Harga energi yang fluktuatif dan ketidakpastian ekonomi dunia, ujarnya, terasa sampai ke level lokal. Maka, langkah antisipasi perlu diambil.

“Langkah kita adalah penghematan penggunaan energi serta upaya efisiensi terkait kegiatan-kegiatan yang masih bisa ditunda,” jelasnya.

“Tujuannya jelas: mengoptimalkan program yang berdampak langsung kepada masyarakat.”

Di sisi lain, Pemprov Banten rupanya sudah mulai mengkaji hal yang lebih visioner. Mereka sedang memetakan kendaraan dinas dan mengkaji transformasi dari kendaraan berbahan bakar fosil ke listrik. Meski begitu, Andra bersikap realistis.

“Saat ini kita belum ada pengadaan terkait kendaraan listrik. Tapi suatu hari nanti, itu adalah sebuah keniscayaan,” ungkapnya.

“Khususnya untuk kendaraan kepentingan publik seperti truk sampah yang sudah berusia puluhan tahun.”

Meski bicara efisiensi, ia menekankan bahwa program pemerintah tidak boleh kehilangan esensinya. Manfaat bagi masyarakat harus tetap nyata, didukung pola kerja yang adaptif dan mengedepankan digitalisasi.

“Serta memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal dalam kondisi apa pun,” pungkas Andra.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar