Perempuan Tewas di Rumahnya di Serpong, Polisi Tunggu Hasil Autopsi

- Jumat, 17 April 2026 | 10:55 WIB
Perempuan Tewas di Rumahnya di Serpong, Polisi Tunggu Hasil Autopsi

Seorang perempuan berusia 49 tahun ditemukan tewas di kediamannya sendiri. Lokasinya di Perumahan Pondok Pakulonan, Serpong Utara, Tangerang Selatan. Hingga kini, polisi masih berusaha mengungkap apa yang sebenarnya terjadi.

Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, membenarkan peristiwa ini. Ia menyebut korban berinisial I.

"Benar, telah ditemukan seorang perempuan meninggal dunia di Perumahan Pondok Pakulonan, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, pada Kamis, 16 April 2026 sekitar pukul 01.30 WIB," jelas Budi kepada awak media, Jumat (17/4).

Namun begitu, penyebab kematiannya masih menjadi misteri. Polisi belum bisa menyimpulkan banyak hal.

"Adapun penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil autopsi," tambahnya.

Tim forensik telah selesai melakukan olah TKP. Mereka juga telah memasang garis polisi di lokasi. Tapi, proses penyelidikan masih jauh dari kata selesai. Berbagai kemungkinan masih digali.

Dimulai dari Tangisan Malam Hari

Kronologi penemuannya berawal dari suara yang mengusik ketenangan malam. Menurut sejumlah saksi, warga sempat mendengar suara tangisan anak dari dalam rumah itu. Suara itulah yang pertama kali menarik perhatian.

Khawatir, warga lalu melaporkannya kepada petugas keamanan kompleks. Petugas pun mendatangi rumah tersebut untuk memeriksa. Dan di sanalah, mereka menemukan sang ibu sudah tergeletak tak bernyawa.

Setelah itu, warga berkoordinasi dengan keluarga korban dan segera menghubungi polisi. Petugas dari Polsek Serpong Utara langsung bergerak cepat ke lokasi.

Budi Hermanto menegaskan, penyelidikan masih terus berjalan. Semua pihak berharap autopsi bisa memberikan titik terang.

"Saat ini, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan masih menyelidiki peristiwa tersebut," pungkasnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar