PSSI dan I.League Bahas Regulasi dan Sinkronisasi Kalender untuk Musim 2026/27

- Kamis, 16 April 2026 | 13:00 WIB
PSSI dan I.League Bahas Regulasi dan Sinkronisasi Kalender untuk Musim 2026/27

Jakarta – Rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI kali ini terasa berbeda. Di ruang rapat, selain jajaran pimpinan PSSI pimpinan Ketua Umum Erick Thohir, hadir pula seluruh Direksi I.League. Agenda utamanya jelas: membicarakan masa depan kompetisi sepak bola nasional, mulai dari level tertinggi hingga yang paling dini.

Menurut sejumlah pihak yang hadir, suasana rapat cukup intens. Pembahasan difokuskan pada persiapan kompetisi musim 2026/27. Yang menarik, regulasi untuk musim itu sudah mulai dibahas dan disepakati dari sekarang. Langkah ini dinilai strategis. Tujuannya agar semua pihak, dari klub hingga penyelenggara, punya peta jalan yang jelas dan waktu persiapan yang lebih panjang.

“Ini soal perencanaan yang terukur,” kira-kira begitu semangatnya. Dengan perencanaan matang, diharapkan semua bisa berjalan lebih mulus.

Di sisi lain, sinkronisasi kalender jadi poin krusial lain. PSSI dan I.League sepakat bahwa jadwal liga nanti harus selaras dengan agenda timnas, program organisasi, serta event besar lainnya. Komitmennya adalah menciptakan ekosistem sepak bola yang profesional, di mana semua elemen tidak saling bertubrukan.

Lalu, bagaimana kondisi kompetisi saat ini? Laporan yang disampaikan cukup menggembirakan.

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, memberikan gambaran. “Super League hingga saat ini telah memainkan 243 pertandingan yang menunjukkan peningkatan rivalitas dan kompetitivitas. Dari 20% pada musim lalu, kini meningkat menjadi 30%. Championship juga mengalami kenaikan signifikan, salah satu pemicunya adalah implementasi VAR,” ujarnya.

Angka-angka statistik sementara pun mendukung. Di Super League, kemenangan tandang naik jadi 30,45%, sementara imbang berada di 24,69%. Championship menunjukkan tren serupa dengan persentase kemenangan tandang 29,57%. Data ini menunjukkan liga semakin sulit ditebak, bukan lagi sekadar ajang “jago kandang”.

Namun begitu, ambisi mereka tidak berhenti di situ. I.League dikabarkan sedang menjajaki kerja sama dengan sejumlah liga top Eropa dan Asia, seperti Eredivisie, La Liga, Bundesliga, dan J.League. Tak ketinggalan, kolaborasi dengan FIFA untuk urusan manajemen suporter dan keamanan stadion juga diperkuat.

Ada satu lagi rencana yang sedang dimatangkan: kejuaraan tambahan. Turnamen ini rencananya akan dihelat paralel dengan kompetisi liga reguler, menambah warna dan intensitas persepakbolaan Indonesia.

Semua pembahasan dalam rapat itu, pada intinya, bermuara pada satu hal: bagaimana sepak bola Indonesia bisa naik kelas. Kerja sama antara federasi dan penyelengga liga tampaknya menjadi kunci utamanya. Kita lihat saja nanti hasilnya.

(ASM)

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar