Di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, suasana pagi Rabu (15/4/2026) tampak berbeda. Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin secara resmi membuka Musyawarah Nasional Persatuan Jaksa Indonesia. Acara ini bukan sekadar formalitas. Dalam sambutannya, Burhanuddin punya pesan khusus untuk para jaksa yang hadir.
Ia mengajak mereka untuk aktif memberi masukan. Bukan untuk menekan, seperti mungkin dulu, tapi untuk membangun.
"Dulu kita bisa menekan pemerintah ya dengan Persaja-nya," ujar Burhanuddin.
"Tapi kita sekarang tidak. Bukan untuk menekan, tetapi setidak-tidaknya bisa memberikan masukan-masukan yang konstruktif. Yang bisa lebih bagus lagi untuk institusi, untuk pemerintah tentunya."
Poinnya jelas: jaksa tidak boleh pasif. Menurut Burhanuddin, tantangan ke depan mesti disikapi dengan pikiran terbuka. Dengan begitu, setiap saran yang dilontarkan bisa benar-benar berkontribusi membangun Indonesia.
Munas kali ini mengusung tema besar: 'Persaja Sebagai Episentrum Penguatan Kejaksaan Dalam Mengawal Kedaulatan Solidaritas Nasional'. Tema yang berat, ya. Namun bagi Burhanuddin, justru di situlah letak makna strategisnya sebagai organisasi profesi. Ia ingin tema itu jadi penuntun aksi nyata.
Artikel Terkait
PAM JAYA Bagikan 270 Toren Air Gratis ke Warga Jakarta Utara
YOII Catat Lonjakan Pendapatan Jasa 122% di Tengah Tantangan Ekonomi 2025
Sepuluh Negara Kecam Pembunuhan Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon
Polisi Tangkap Lima Pelaku Pembegalan Petugas Damkar di Gambir, Motor Hasil Curian Disamarkan