JAKARTA Mulai Rabu (15/4/2026) kemarin, tiga peron di Stasiun Bogor nomor 6, 7, dan 8 resmi tak bisa diakses penumpang. Penutupan ini direncanakan berlangsung selama 90 hari ke depan, terkait proyek perpanjangan rel yang sedang digarap.
Begitu memasuki area stasiun, suasana berbeda langsung terasa. Akses menuju ketiga peron itu kini tertutup rapat dengan papan triplek. Di sekitarnya, terpampang banner besar berisi permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul.
“Mohon maaf kenyamanan anda terganggu under construction pekerjaan perpanjangan peron dan jalur 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor di wilayah Daerah Operasi 1 Jakarta,” begitu bunyi tulisan di banner tersebut.
Lalu, kemana penumpang dialihkan? Mereka sekarang diarahkan ke jalur yang biasanya jadi pintu keluar. Akibatnya, di titik yang lebarnya cuma sekitar dua meter itu, orang yang naik dan turun kereta terpaksa berbagi ruang. Cukup sempit, memang.
Dampaknya bisa ditebak. Saat kereta datang dan penumpang membludak turun, situasi langsung berubah riuh dan padat. Bahkan sempat terjadi desak-desakan. Menurut pantauan di lokasi, operasional kereta kini hanya mengandalkan peron 2 hingga 5. Di sana, hanya terlihat dua kereta berhenti di jalur 4 dan 5.
Petugas stasiun tampak sigap berjaga di beberapa titik, berusaha mengatur arus penumpang agar tetap tertib. Pengeras suara juga tak henti menyuarakan permintaan maaf.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanannya sehubungan dengan pekerjaan perpanjangan peron 6,7,8 yang kini tidak tersedia,” ucap salah satu petugas melalui pengeras suara.
Bagi para komuter, perubahan ini tentu butuh penyesuaian. Seperti yang dirasakan Anwar Maulana (29).
“Belum terbiasa aja sih. Tadinya kan peron di Bogor itu luas, sekarang ada penyempitan jadi kayak kurang leluasa aja gitu,” keluhnya pada Rabu lalu.
Meski begitu, Anwar mengaku tetap mendukung proyek perpanjangan ini. Ia berharap nantinya peron yang lebih panjang bisa menampung lebih banyak rangkaian kereta, yang artinya kapasitas angkut juga meningkat.
Untuk sementara, ya, memang harus bersabar. Kondisi yang sedikit semrawut dan kurang nyaman ini adalah konsekuensi sementara dari pembangunan yang dijanjikan akan membawa perbaikan. Tinggal menunggu waktu 90 hari ke depan.
Artikel Terkait
Peringatan Hari Pancasila 2026: Tantangan Menjaga Akal Sehat di Tengah Hiruk Pikuk Ruang Digital
Polisi Gagalkan Aksi Penipuan di SPBU Cileungsi, Pelaku Gunakan Bukti Transfer Palsu dan Pelat Dinas Palsu
Presiden Prabowo Hadiri Persemayaman Ryamizard Ryacudu di Kemhan Sebelum Upacara Hari Lahir Pancasila
Peringatan Hari Lahir Pancasila di KPK, Johanis Tanak Tekankan Perdamaian dan Keadilan Global