Pertemuan tiga pihak di Washington pada Selasa lalu akhirnya membuahkan kesepakatan. Amerika Serikat, Israel, dan Lebanon sepakat untuk memulai negosiasi langsung. Pertemuan trilateral itu digelar di kantor Departemen Luar Negeri AS, dipimpin langsung oleh Menlu Marco Rubio.
Hadir juga dua duta besar: Nada Hamadeh dari Lebanon dan Yechiel Leiter dari Israel. Mereka duduk bersama membahas jalan ke depan.
“Semua pihak sepakat untuk meluncurkan negosiasi langsung pada waktu dan tempat yang disepakati bersama,” begitu bunyi pernyataan resmi Departemen Luar Negeri AS yang dikutip media. Washington berharap pembicaraan ini bisa lebih ambisius. Mereka ingin melampaui kesepakatan tahun 2024 dan meraih perdamaian yang lebih menyeluruh.
Dua Posisi yang Berbeda
Namun begitu, di meja perundingan, masing-masing pihak punya penekanan sendiri. Israel dengan tegas mendukung upaya perlucutan senjata kelompok-kelompok bersenjata non-negara di Lebanon. Mereka juga mendesak pembongkaran infrastruktur militan, dan berkomitmen untuk bernegosiasi demi mencapai tujuan itu.
Di sisi lain, Lebanon punya daftar tuntutannya. Beirut menegaskan, implementasi penuh kesepakatan November 2024 adalah kunci. Mereka juga menekankan pentingnya menjaga kedaulatan dan integritas wilayahnya. Tak lupa, mereka mendesak gencatan senjata dan langkah nyata untuk menangani krisis kemanusiaan yang makin parah.
Artikel Terkait
Sumenep Galakkan Promosi Kesehatan Hadapi Ribuan Kasus TBC
Lima Pelaku Begal Petugas Damkar di Gambir Berhasil Diringkus Polisi
Kemenbud Gelar Seminar Mitigasi Bencana untuk Lindungi Cagar Budaya
HIMKI Desak Kebijakan Spesifik untuk Selamatkan Industri Furnitur dan Kerajinan