Suasana hangat terasa di PT KMK Global Sports, Tangerang, Selasa sore lalu. Dalam acara Halal Bihalal keluarga besar KSPSI AGN, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadir dan disambut ribuan buruh. Andi Gani Nena Wea, Presiden KSPSI, turut menyambut kedatangannya. Momentum silaturahmi ini rupanya dimanfaatkan Sigit untuk menyampaikan pesan penting menyambut May Day.
Ia tak hanya sekadar mengajak merayakan. Jenderal Sigit dengan tegas mengajak seluruh elemen buruh untuk memperingati Hari Buruh pada 1 Mei mendatang dengan semangat kebersamaan. Namun begitu, ada pesan lain yang ia sampaikan. Menjaga iklim investasi yang kondusif, menurutnya, adalah kunci untuk menjamin kesejahteraan pekerja di tengah dinamika ekonomi global yang tak pasti.
"Saya ajak teman-teman pengusaha untuk ikut bersama-sama hadir kita rayakan acara ulang tahun kita bersama ini di Monas," ujar Sigit.
Acara yang rencananya akan dihadiri Presiden itu, ia harap, bisa menjadi simbol kekompakan. Bukan sekadar pesta.
"Mari kita rayakan hari ulang tahun ini dengan baik, dengan aman, dengan tertib, dan tentunya kita tunjukkan kepada dunia bahwa buruh Indonesia, pengusaha Indonesia semuanya kompak dan siap memberikan ruang bagi investasi yang akan masuk di Indonesia," sambungnya.
Peringatan itu penting. Tapi konteksnya lebih luas. Kapolri mengingatkan semua tentang dampak eskalasi global, khususnya di Timur Tengah, yang fluktuatif dan bisa mempengaruhi banyak hal. Di tengah situasi seperti itu, menunjukkan bahwa Indonesia ramah investasi adalah strategi bertahan.
"Kita harus menunjukkan survival kita," tegasnya.
Survival itu, lanjut Sigit, terwujud ketika Indonesia menjadi 'karpet merah' bagi industrialisasi dan investasi. "Dan itu artinya kesejahteraan buruh ke depan akan terus terjaga," imbuhnya. Logikanya sederhana: industri harus tumbuh dan sehat dulu. Kalau industri sehat, buruh baru bisa mendapatkan hak-haknya, insentif yang sesuai, dan pada ujungnya mencapai kesejahteraan. Hubungan industrial yang harmonis, kata dia, mutlak diperlukan.
Di sisi lain, membicarakan isu yang kerap memanas seperti regulasi dan revisi UU Cipta Kerja, Kapolri punya saran praktis. Ia mendorong serikat buruh dan pengusaha untuk lebih banyak berembuk secara informal. Pertemuan-pertemuan non-formal itu penting untuk mencari titik temu sebelum pembahasan formal di legislatif bergulir.
"...dicari titik tengahnya yang bisa diterima oleh rekan-rekan serikat dan juga rekan-rekan pengusaha sehingga pada saat bergulir revisi tersebut di DPR sudah tidak ada masalah lagi," jelasnya.
Acara halal bihalal itu sendiri dihadiri sejumlah pejabat. Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah dan Kapolda Banten Irjen Hengki hadir di tempat. Dari internal Polri, hadir mendampingi Kapolri antara lain Kadivhumas Johnny Eddizon Isir dan Kapusdokkes Irjen Asep Hendradiana. Para Dewan Penasihat KSPSI seperti Komjen Yuda Gustawan dan Komjen Imam Widodo juga terlihat. Kehadiran Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid beserta jajaran Forkopimda kabupaten setempat melengkapi keramaian acara sore itu.
Artikel Terkait
Ketua Umum Walubi Nyalakan Pelita Perdamaian di Candi Mendut, Awali Rangkaian Perayaan Waisak
Polisi Tembak Penjambret WNA Jerman di Surabaya yang Coba Melawan Saat Ditangkap
Pembahasan RUU Perampasan Aset Dinilai Perlu Bergeser dari Pendekatan Represif ke Sistem Pemulihan Aset Terintegrasi
Johan Rosihan: Ibadah Kurban Jadi Sarana Strategis Bentuk Karakter Kepemimpinan Generasi Muda