Yogyakarta akan kembali menjadi tuan rumah. Setelah beberapa tahun vakum, ajang Asah Keterampilan PERIKHSA akhirnya dijadwalkan kembali. Rencananya, event itu bakal digelar pada 17 hingga 19 Juli 2026 mendatang. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Bambang Soesatyo, atau yang akrab disapa Bamsoet, yang tak cuma dikenal sebagai Ketua MPR RI ke-15, tapi juga Ketua Umum Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Beladiri Indonesia.
“Ajang Asah Keterampilan PERIKHSA 2026 kami siapkan sebagai ruang pembinaan sekaligus kompetisi yang sehat,” ujar Bamsoet.
Ia menegaskan, ini bukan sekadar lomba biasa. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya serius untuk membangun budaya disiplin dan tanggung jawab dalam penggunaan senjata api beladiri.
Pernyataan itu ia sampaikan Selasa lalu, tepatnya usai bertemu dengan pengurus PERIKHSA Daerah Istimewa Yogyakarta, Kanjeng Pangeran Haryo Purbodiningrat. Dalam pertemuan itu, Bamsoet juga didampingi sejumlah pengurus pusat.
Nah, siapa saja yang bisa ikut? Ternyata, ajang tahunan ini terbuka untuk banyak kalangan. Mulai dari anggota PERIKHSA sendiri, aparat penegak hukum, hingga instansi pemerintah. Bahkan, masyarakat umum yang punya minat dan kepedulian terhadap kemampuan bela diri dan menembak juga dipersilakan berpartisipasi.
Untuk kategori lombanya sendiri, cukup beragam. Panitia menyiapkan beberapa kelas, seperti IKHSA Peluru Karet, Peluru Tajam, Optic Pistol, sampai Optic PCC dan revolver. Yang menarik, ada juga kategori khusus perempuan. Ini bukan tanpa alasan.
Data menunjukkan tren yang menggembirakan. Dalam lima tahun terakhir, minat perempuan terhadap olahraga menembak melonjak lebih dari 20 persen. Perkembangan klub-klub menembak di berbagai daerah turut mendorong hal ini.
“Peningkatan jumlah peserta perempuan menjadi sinyal positif,” kata Bamsoet.
Ia melihat ini sebagai tanda bahwa olahraga menembak semakin inklusif. Pembinaan karakter melalui olahraga, katanya, harus bisa menjangkau semua kalangan tanpa terkecuali.
Di sisi lain, Bamsoet yang juga mantan Ketua DPR RI ini menekankan relevansi lain dari ajang tersebut. Di tengah dinamika keamanan global yang makin ruwet, semangat bela negara jadi sangat krusial. Tantangan keamanan sekarang ini kompleks ada kejahatan transnasional, ancaman non-konvensional, dan sebagainya. Semua itu menuntut kesiapan SDM yang tidak cuma jago secara teknis, tapi juga mental dan etikanya matang.
“Olahraga menembak juga menjadi sarana pembinaan karakter yang kuat,” pungkasnya.
Disiplin tinggi, fokus, dan kemampuan mengendalikan emosi adalah aspek-aspek kunci yang terus dilatih. Nilai-nilai itulah, menurut Bamsoet, yang relevan untuk memperkuat karakter bangsa menghadapi tantangan zaman sekarang. Jadi, lebih dari sekadar event olahraga, Asah Keterampilan PERIKHSA 2026 diharapkan bisa memberi kontribusi yang lebih luas.
Artikel Terkait
Mendagri Tito Tinjau Bantuan Bedah Rumah di Kendari, Alokasi 2026 Melonjak Jadi 8.973 Unit
CFD Ditiadakan pada 31 Mei 2026, Bertepatan Perayaan Waisak
Polisi Tangkap Pengendara Motor Bawa Satu Kilogram Ganja saat Razia di Karawaci
Pemprov DKI Hapus Denda Pajak Kendaraan Bermotor Mulai 1 Juni hingga 31 Agustus 2026