Survei Cyrus Network: Mayoritas Publik Puas dengan Penanganan Bencana Pemerintah

- Selasa, 14 April 2026 | 14:30 WIB
Survei Cyrus Network: Mayoritas Publik Puas dengan Penanganan Bencana Pemerintah

Pada Selasa lalu, tepatnya 14 April, Cyrus Network merilis temuan survei terbarunya. Topiknya cukup menarik, membahas evaluasi publik soal mudik Lebaran dan beberapa isu hangat lainnya. Salah satu poin yang disorot adalah kinerja pemerintah dalam menangani bencana banjir dan longsor di Sumatera akhir tahun lalu.

Nah, ternyata respons publik cenderung positif. Mayoritas masyarakat menilai pemerintah sudah bekerja dengan baik. Angkanya cukup tinggi, lho.

"73,8 persen publik puas dengan penanganan bencana pemerintah," ujar Peneliti Ahli Cyrus Network, Syahril Ilhami.

Kepuasan itu bahkan meningkat kalau kita lihat untuk penanganan bencana Sumatera yang masih berlangsung. Di sini, angka kepuasan melonjak hingga 79,6 persen. Menurut sejumlah saksi, publik juga terlihat cukup melek informasi. Cyrus Network mencatat, 83,7 persen masyarakat mengaku tahu tentang bencana tersebut.

Tapi, ada hal yang menarik. Meski puas, hampir semua responden tepatnya 95,6 persen berpendapat bahwa penanganan bencana ke depan harus tetap ditingkatkan. Rasa puas rupanya tidak serta-merta membuat publik berpuas diri.

Syahril kemudian merinci beberapa aspek yang dinilai. "87,4 persen publik menilai informasi terkait bencana mudah diakses, 83,6 persen menilai pemerintah mampu mengatasi dampak pascabencana, 81,4 persen menilai bantuan sampai kepada yang membutuhkan," jelasnya.

Lalu, bagaimana dengan lembaga-lembaga yang turun langsung? TNI mendapat pujian tertinggi dengan kepuasan publik mencapai 94,4 persen. Di belakangnya, ada BNPB (85,8 persen) dan pemerintah daerah (85,4 persen), diikuti oleh Polri.

Bagaimana Survei Ini Dilakukan?

Cyrus Network melakukan pengumpulan data dari tanggal 1 sampai 5 April. Mereka menggunakan metode multistage random sampling, dengan wawancara langsung tatap muka. Jadi, bukan via telepon atau online.

Respondennya adalah warga Indonesia berusia minimal 17 tahun atau yang sudah menikah. Komposisi gender dibuat seimbang, 50 persen laki-laki dan 50 persen perempuan. Total ada 1.260 orang yang diwawancarai, tersebar di 126 kelurahan terpilih yang mencakup seluruh 38 provinsi.

Untuk memastikan kualitas data, mereka melakukan kontrol ketat. Survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar /- 2,82 persen. Mereka juga tak main-main dengan pengecekan: 40 persen dari total responden dihubungi ulang oleh supervisor untuk verifikasi.

Semua kuesioner diperiksa kesesuaiannya dengan prosedur standar. Tujuannya jelas, agar data yang dihasilkan bisa dipertanggungjawabkan dan menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar