Hampir seluruh staf Rusia telah ditarik dari kompleks pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Bushehr di Iran. Kabar ini langsung disampaikan oleh pimpinan badan energi atom Rusia, Alexei Likhachev, pada Senin lalu. Menurutnya, proses rotasi personel yang terakhir sudah dimulai.
"Kami memulai rotasi terakhir di stasiun Bushehr," ujar Likhachev.
Dia menjelaskan, sebanyak 108 orang telah dievakuasi. Saat ini, yang tersisa hanyalah sekitar dua puluh orang saja kebanyakan para manajer dan mereka yang punya tanggung jawab khusus terhadap keamanan peralatan. Keberangkatan massal ini bukan tanpa alasan. Ancaman serangan udara di tengah memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel di Iran jadi pemicu utamanya.
Artikel Terkait
Pemerintah Usul APBN Tanggung Kenaikan Biaya Haji 2026 Rp1,77 Triliun
Pemerintah Ajukan Tambahan Anggaran Rp 1,77 Triliun untuk Tanggung Kenaikan Biaya Haji 2026
Wakil Ketua Baleg Kritik Pemberitaan Tempo Soal Merger sebagai Kebebasan yang Kebablasan
Gaji Habis Sebelum Akhir Bulan? Ini Tips Kelola Keuangan untuk Warga Jakarta