Dua Wisatawan Terkunci di Akuarium Kebun Binatang Bukittinggi, Begini Kronologinya
Kunjungan ke kebun binatang seharusnya menyenangkan. Tapi bagi dua wisatawan di Bukittinggi, pengalaman itu berubah jadi mencekam. Mereka justru terkunci di dalam area akuarium raksasa. Insiden yang terjadi di Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan itu pun ramai jadi perbincangan di media sosial.
Video amatir yang beredar menunjukkan suasana panik itu. Dua pria itu terlihat terjebak di balik pintu besi yang terkunci. Mereka berusaha menarik perhatian dengan berteriak-teriak lewat celah pintu yang tak seberapa. Upaya mereka untuk menghubungi petugas lewat nomor yang ditemukan di internet juga tak membuahkan hasil.
Menurut keterangan, kejadian ini berlangsung Kamis lalu, tepatnya sekitar pukul tiga setengah sore. Abdul Malik, wisatawan asal Medan, dan sepupunya Ismail, sedang asyik melihat-lihat koleksi ikan. Mereka masuk ke area akuarium itu tanpa curiga apa-apa.
Namun begitu, sekitar setengah jam kemudian, niat mereka untuk keluar langsung pupus. Pintu akses ternyata sudah digembok dari luar. Mereka pun kebingungan.
Beruntung, suara teriakan mereka akhirnya terdengar. Seorang petugas kebersihan yang kebetulan lewat langsung memberi tahu petugas akuarium. Tak butuh waktu lama, bantuan datang dan pintu pun dibuka. Keduanya akhirnya bisa keluar dengan selamat.
Susi Darmanita, salah satu petugas di sana, mencoba menjelaskan kejadiannya.
"Kita kira area-nya sudah kosong. Jadi ya dikunci bagian atasnya, lalu kami pergi salat," ujarnya.
"Tapi habis salat, ada cleaning service yang bilang ada orang teriak dari dalam. Setelah dicek, ternyata benar ada pengunjung yang masih di dalam."
Dia mengakui, biasanya prosedur pengecekan sebelum mengunci selalu dilakukan. Tapi rupanya, kali ini ada yang terlewat. Insiden seperti ini, kata Susi, baru pertama kali terjadi.
Suasana panik pun akhirnya berubah jadi tawa. Meski begitu, permintaan maaf dari pengelola tetap disampaikan kepada kedua wisatawan. Di sisi lain, kejadian viral ini menyisakan perhatian. Banyak yang berharap prosedur keamanan, terutama pengecekan akhir, bisa lebih ketat lagi. Tujuannya jelas, agar kejadian serupa tidak terulang dan kenyamanan pengunjung tetap terjaga.
Artikel Terkait
Baznas Salurkan Daging Dam Haji ke Warga Kurang Mampu di Pemalang
Dewan Bisnis Tingkat Tinggi Indonesia-Prancis Resmi Diluncurkan, Targetkan Perdagangan Tiga Kali Lipat pada 2035
Tokoh Adat Merauke Laporkan Ketua LBH Papua ke Polda Metro Jaya Terkait Pemutaran Film Tanpa Izin
Api Dharma Mrapen Tiba di Candi Mendut, Tandai Awal Rangkaian Prosesi Waisak 2026