Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, lagi-lagi menemukan pelanggaran dalam penerapan kerja dari rumah atau WFH. Kali ini, tiga orang aparatur sipil negara (ASN) pemkot kedapatan keluyuran ke luar kota saat seharusnya mereka bertugas di rumah.
Farhan mengungkapkan hal itu pada Selasa (14/4/2026). Menurutnya, perangkat lunak pelacak yang digunakan pemkot terbukti efektif mengawasi pergerakan pegawai.
"Hasil kemarin, perangkat lunak yang kita gunakan untuk mengontrol pergerakan para pegawai yang WFH itu efektif," ujar Farhan.
"Kita memang menemukan ada tiga pegawai yang ternyata bepergian ke luar kota."
Rupanya, perjalanan ketiga ASN itu cukup jauh. Mereka terlacak hingga ke Purwakarta, Karawang, dan Majalengka. Soal tindak lanjut, Farhan menyebut pihaknya masih mengkaji.
"Nah itu lagi dicek sama BKPSDM, saya belum dapet laporannya lagi," ungkapnya.
Di sisi lain, Farhan menekankan betapa pentingnya kedisiplinan selama masa WFH ini. Dia tak main-main. Untuk pekan ini, dirinya berencana turun langsung memantau pelaksanaan di kantor-kantor. Bukan cuma soal disiplin, tapi juga efisiensi.
"Nah kemarin kan hari Jumat saya gak sempat nge-check ke kantor," tuturnya.
"Tapi untuk minggu depan, saya akan melakukan peninjauan langsung di kantor dan juga mengukur kira-kira berapa besar penghematan energi yang bisa kita lakukan."
Jelas, ketiga ASN yang ketahuan keluyuran itu tak akan dibiarkan begitu saja. Farhan memastikan mereka akan mendapat teguran atas tindakan indisipliner tersebut. Pesannya sederhana: WFH bukan liburan atau ajang jalan-jalan. Kewajiban sebagai ASN harus tetap berjalan, di mana pun lokasi kerjanya.
Artikel Terkait
Netanyahu Perintahkan Perluasan Operasi Darat di Lebanon, Eskalasi Konflik dengan Hizbullah Kian Memanas
Prabowo Kenang Kedekatan dengan Ryamizard Ryacudu sejak Taruna, Fadli Zon: Hubungan Batin Dua Tokoh Bangsa
KPK Tunda Pelimpahan Berkas Perkara Korupsi Kuota Haji hingga Ibadah Haji Rampung
PDIP Peringati Hari Lahir Pancasila, Hasto Kritik Kebijakan Fiskal Dianggap Tak Pihak ke Rakyat