Naim Qassem, pemimpin Hizbullah, dengan tegas menolak rencana pertemuan antara perwakilan Lebanon dan Israel di Amerika Serikat. Baginya, pertemuan semacam itu cuma buang-buang waktu saja.
“Upaya sia-sia,” tegasnya. Menurut Qassem, sikap ini diambil karena militer Israel justru terus menggempur Lebanon. Jadi, ngapain lagi berunding?
Pidatonya yang disiarkan televisi itu terasa panas. Dia mendesak pemerintah Lebanon untuk punya sikap heroik: menolak menghadiri pembicaraan yang dijadwalkan di Washington DC hari ini. Rencananya, duta besar kedua negara untuk AS akan bertemu untuk membuka jalan negosiasi langsung.
Namun begitu, Qassem punya pandangan lain. Dia menilai semua ini cuma taktik. Tujuannya jelas: menekan Hizbullah agar meletakkan senjata.
“Israel dengan jelas menyatakan bahwa tujuan negosiasi ini adalah untuk melucuti senjata Hizbullah, seperti yang berulang kali dinyatakan oleh Netanyahu. Jadi, bagaimana mungkin Anda pergi ke negosiasi yang tujuannya sudah jelas?” ujarnya, menyebut nama Perdana Menteri Israel itu.
Artikel Terkait
Hakim Kabulkan Praperadilan Indra Iskandar, Status Tersangka KPK Gugur
KPK Sita Satu Juta Dolar AS Terkait Dugaan Upaya Pengondisian Pansus Haji
Trump Hapus Unggahan Gambar AI yang Serupakannya dengan Yesus
Gubernur DKI Ancam Tindak Tegas Pelaku Pencurian Besi di JPO