DPD Soroti Peran Strategis Perempuan Bentuk Karakter Bangsa di Era Digital

- Minggu, 12 April 2026 | 17:30 WIB
DPD Soroti Peran Strategis Perempuan Bentuk Karakter Bangsa di Era Digital

Namun, tekanan sosial tetap ada. Perempuan kerap dihadapkan pada tarik-menarik yang pelik: antara mengekspresikan identitas asli atau menuruti ekspektasi sosial yang normatif. Tarikan ini, menurut Dedi, jelas memengaruhi proses pembentukan karakter, baik untuk diri sendiri maupun untuk generasi yang meneladani mereka.

Lebih jauh, peran perempuan dalam keluarga disebutnya krusial. Mereka adalah kurator informasi, pihak yang memilah, memahami, dan meneruskan nilai-nilai baik ke anak-anaknya. Dari sinilah ekosistem informasi yang sehat dan berkarakat bisa dibangun.

Dalam konteks demokrasi, partisipasi mereka di ruang digital tentu memperkaya wacana publik. Sayangnya, jalan masih terjal. Masih ada saja perundungan, diskriminasi, dan upaya mendelegitimasi suara perempuan. Karena itulah, penguatan kapasitas, perlindungan, dan solidaritas kolektif mutlak diperlukan.

Lalu, apa langkah ke depan? Dedi menggarisbawahi beberapa agenda strategis. Pertama, penguatan literasi digital yang tak hanya soal keterampilan, tapi juga berbasis nilai dan etika. Kedua, menciptakan ruang digital yang aman, inklusif, dan adil secara gender. Ketiga, mengoptimalkan peran perempuan sebagai agen pembentuk karakter bangsa.

"Pembentukan karakter bangsa di era digital sangat ditentukan oleh kualitas peran perempuan. Perempuan adalah pilar utama dalam membangun ekosistem digital yang sehat dan berkarakter," pungkasnya.

Intinya, lokakarya ini diharapkan bisa jadi ruang konsolidasi. Tempat untuk menyatukan gagasan, memperkuat kapasitas, dan mengafirmasi peran perempuan. Agar mereka benar-benar bisa menjadi kekuatan utama yang menjaga moral dan karakter bangsa, di tengah arus digitalisasi yang tak kenal henti.

Acara yang dibagi dalam dua sesi diskusi ini diikuti oleh Pengurus Wilayah Angkatan Putri Al-Washliyah Provinsi Sumatera. Hadir sebagai narasumber beberapa pimpinan dan anggota DPD di MPR, seperti Habib Ali Alwi, Elviana, dan Maya Rumantir. Tak ketinggalan, para pakar dari kalangan akademisi dan pegiat pendidikan: Asnil Aidah Ritonga, Zubaidah Khan, dan Meyniar Albina.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar