“AI ini bekerja dengan data. Dan data ditransfer melalui jaringan telekomunikasi. Karena itu infrastruktur telekomunikasi menjadi prasyarat di tingkat elementer, di tingkat fundamental,” tegasnya.
Itulah mengapa pemerintah kini terus mendorong pembangunan dan pemerataan infrastruktur telekomunikasi, termasuk sampai ke daerah-daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Harapannya jelas: konektivitas yang merata.
Dengan koneksi internet yang stabil, adopsi AI di sektor pertanian bisa berjalan lebih cepat. Bonusnya, peluang untuk mengembangkan ekonomi digital di daerah pun terbuka lebar. UMKM bisa tumbuh, pertukaran informasi dan keterampilan masyarakat juga bakal lebih hidup.
Ke depan, pemerintah berencana menggandeng lebih banyak perguruan tinggi. Tujuannya untuk memperkuat riset dan pengembangan teknologi AI, agar inovasi yang lahir benar-benar karya anak bangsa dan mampu bersaing di kancah global. Sebuah langkah yang patut kita tunggu realisasinya.
Artikel Terkait
Hujan Deras dan Angin Kencang Tumbangkan Pohon dan Rusak Fasilitas di Ruas Tol Jakarta
Suroboyo 10K 2026 Dijadwalkan 7 Juni, Targetkan 3.000 Pelari
Polres Dharmasraya Amankan Lima Pria Terkait Peredaran Sabu di Pulau Punjung
Kasal Laksamana Muhammad Ali Sidak Mendadak, Uji Kesiapan Marinir di Hari Libur