Di sisi lain, dampak ekonominya nyata. Banyak pelaku UMKM yang membuka lapak. Mereka ramai dilayani pengunjung yang datang. Jadi, acara ini bukan cuma soal gaya hidup sehat, tapi juga gerakan ekonomi riil.
Ratu Dewa menegaskan, ini baru langkah awal. Pemerintah kota akan terus mengevaluasi.
"Akan kita evaluasi terus, lakukan perbaikan dan peningkatan agar kegiatan ini semakin optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," ujarnya.
Harapannya jelas: CFD dan CFN bisa jadi agenda rutin. Bukan sekadar event, tapi bagian dari upaya membuat kota lebih ramah warga, sekaligus mendongkrak pariwisata dan ekonomi lokal.
Seperti yang dirasakan Mamat, warga Kertapati. Pria 33 tahun ini mengaku senang dengan adanya acara tersebut.
"Bagus sekali, selain bisa olahraga dan jalan santai, kita juga bisa jajan. UMKM jadi ramai, ini sangat membantu pedagang kecil seperti kami," pungkasnya.
Editor: Redaksi TVRINews
Artikel Terkait
Grace Natalie Buka Pintu Lebar PSI untuk Tokoh Nasional
Fortuner Tabrak Sigra yang Berhenti di Bahu Jalan Gading Serpong
Persib Hadapi Ujian Berat dari Bali United di GBLA, Perjuangkan Puncak Klasemen
DPD Soroti Peran Strategis Perempuan Bentuk Karakter Bangsa di Era Digital